Teknik Dasar Pencahayaan dalam Food Fotography

Apa yang sahabat rasakan saat melihat foto makanan cantik di story WA atau Instagram? Biasanya kita mendadak lapar dan ingin mencoba makanannya juga. 


Lalu bagaimana saat ada foto makanan kesukaan kita dengan gambar yang pas-pasan? Fotonya seadanya, ditambah cahayanya yang redup. Bisa jadi kita jadi tidak tertarik, padahal itu adalah makanan favorit kita. Inilah the power of photography. 


Kabar baiknya, kita semua bisa menghasilkan foto makanan yang cantik juga, meskipun bukan seorang fotografer. Bagaimana cara memulainya? Baca artikelnya ini sampai selesai, ya.


Teknik dasar lighting


Teknik Lighting yang Tepat


Foto produk berupa makanan disebut juga dengan food photography. Tips pertama yang akan saya bagi adalah tentang pemahaman dasar pencahayaan.

Pembahasan kali ini adalah hal yang cukup esensial dalam fotografi, yakni pencahayaan. Teknik yang kita gunakan dalam lighting sangat mempengaruhi bagus dan tidaknya hasil fotografi kita.


Terdapat dua jenis lighting yang bisa gunakan:

1. Artificial Light atau Lampu Buatan

Menggunakan ini artinya kita membutuhkan alat tambahan untuk membuat pencahayaan. Beberapa contoh artificial light adalah barndoor, honeycomb, standard reflector, snoot, softbox, dan lain-lain namun untuk lampu flash.


2. Natural Light

Pencahayaan pada natural light kita dapatkan dari cahaya matahari. Sinar matahari sangat baik kita gunakan sebagai lighting pada pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore. Diluar itu, sebaiknya kita pakai artificial light agar gambar dapat menarik. 


5 Dasar Posisi Pencahayaan

Terdapat beberapa arah cahaya yang bisa kita gunakan. 


1. Oval Light : posisi pencahayaan terdapat pada 3/4 object, hasilnya adalah adanya sedikit bagian bayangan pada bagian belakang objek.

2. Side Light : posisi cahaya tepat di samping objek foto kita, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah objek pada sisi yang lain objek yang difoto.

3. Rim Light : posisi berada di bagian belakang dengan sudut 1/4 dari objek, maka hasilnya adalah bagian depan gelap sehingga akan terjadi garis pada objek.

4. Back Light : ini adalah yang sering kita dengar, bukan? Posisi cahaya berada pas di belakang objek, dan kita sudah tau hasilnya. Ya,  bagian depan objek sepenuhnya gelap namun di sisi belakang tercipta garis yang sangat jelas. Kita biasanya menyebutkan siluet. 

5. Front Light : pencahayaan ini adalah yang sering saya gunakan. Posisi pencahayaan tepat pada di depan objek, sehingga bagian depan akan mendapatkan cahaya yang penuh.


Jika penjelasan di atas membingungkan. Mari kita amati gambar di bawah. 


Teknik dasar pencahayaan



Berikut beberapa contoh behind the scene pengambilan cahaya pada produk atau food fotografi. 

Contoh Pengambilan Cahaya dengan Cahaya Matahari


Penggunakan natural light fotografi
Sumber: www.gimmesomeoven.com


Contoh Pengambilan Cahaya dengan Softbox


Contoh penggunaan softbox
Sumber: nicolesyblog.com

Demikian semoga sedikit sharing tentang lighting pada fotografi bisa dipahami. Serta yang paling penting dapat kita praktikkan.


Ingat, yang terpenting agar kita bisa jadi fotografer handal adalah dengan memperbanyak jam terbang. 


Jadi, selamat mencoba!

































No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi