Mengenal Kusta dan Penanggulangannya

Mengenal Kusta dan Penanggulangannya


Sebelum memasuki bulan Ramadhan, saya sempat bertemu dengan seorang anak disabilitas pada sebuah acara sosial. Saya juga melihat ia bersama ibunya yang tampak tegar dan sabar diamanahi anak yang spesial. 

Bicara tentang disabilitas, saya kemarin mendapat banyak insight tentang disabilitas, penyakit kusta, hingga upaya media dalam publikasi disabilitas. Tepatnya pada hari Rabu, 14 April 2021, saya mengikuti sebuah webinar tentang “Media yang Mengedukasi dan Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas.”

Setelah itu diadakan kembali acara lanjutannya pada  tanggal 19 April 2021 di kanal Youtube Berita KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia. Kali ini mengangkat topik "Melihat Potret Kusta di Indonesia". Tayang langsung ini juga dapat disimak melalui 104,2 FM Mstri FM. 

Dulu pernah sempat mendengar penyakit ini di jaman sekolah. Sekarang diingatkan lagi bahwa penyakit ini ternyata masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Bahkan tercatat di tahun 2020,  ada 17 ribu kasus penyakit kusta baru di seluruh Indonesia. Berikut peta penyebaran penyakit ini di Indonesia:




Padahal penularan penyakit ini tidaklah mudah, bahkan pengobatannyapun cukup mudah asalkan konsisten dan rutin. Dari sinilah peran media termasuk blogger untuk ikut menyuarakan program pemerintah dalam memberantas penyakit ini.


Mengenal Penyakit Kusta


Kusta adalah penyakit infeksi yang menyerang kulit dan saraf tepi. Penyakit ini cukup sulit menular karena hanya dapat ditularkan oleh penderita yang belum berobat. 

Apabila penderita terlambat dalam mengobatinya, resiko yang terjadi adalah kecacatan pada mata, tangan dan kaki karena rusaknya saraf tepi. Penyakit ini disebabkan oleh kuman kusta atau disebut dengan Mycobacterium leprae. 

Banyak mitos beredar bahwa penyakit kusta adalah kutukan, sihir, guna-guna dan sebagainya. Akibatnya banyak diantara mereka yang dikucilkan, dipisahkan dari keluarga dan masyarakat. Padahal penyakit ini adalah kasus ilmiah yang bisa disembuhkan secara medis.  



Penularan Penyakit Kusta


Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh mereka yang belum berobat kepada orang di sekitarnya dengan kontak yang lama dan intens.

Tidak semua orang dapat tertular penyakit ini. Hanya sebagian kecil yang bisa tertular dari penderita. 

Menurut survei, dari 100 orang yang terpapar kusta, 95 orang tidak terjangkit, 3 orang sembuh bahkan bisa sembuh sendirinya tanpa obat dan 2 orang sisanya tertular dan butuh pengobatan.

Pada beberapa wilayah dan kelompok masyarakat yang endemis kusta sebaiknya minum obat untuk mencegah terjadinya penularan. 

 






Tanda dan Gejala Penyakit Kusta


Jika ada sahabat atau orang terdekat kita yang mengalami tanda-tanda sebagai berikut, sebaiknya kita segera meminta bantuan pengobatan.

Tanda-Tanda pada Kulit


a. Terdapat bercak dan kelainan pada kulit, bisa berupa kemerah-merahan atau bercak-bercak putih pada tubuh.

b. Bercaknya tidak terasa gatal

c. Bercak di kulit juga tidak terasa sakit, jika dipukul, dicubit, dan sebagainya. 

d. Bercaknya tidak berkeringar atau tidak berambut


Tanda-Tanda pada Saraf


a. Adanya rasa kesemutan dan nyeri pada anggota badan atau muka. Jadi bukan pada bercak yang muncul, tapi area lain dalam tubuh.

b. Mati rasa atau tidak adanya rasa pada telapak tangan dan kaki.

c. Otot pada tangan dan kaki menjadi lemah sehingga kesulitan untuk bergerak

d. Luka pada telapak kaki yang sulit sembuh.

e. Kelopak mata jadi tidak bisa menutup sempurna 


Tanda dan Gejala Penyakit Kusta




support untuk penderita kusta

Mengenal NLR, Lembaga yang Berjuang Memberantas Kusta di Dunia 

Salah satu inisiator webinar tentang kusta yang saya ikuti kemarin adalah NLR.  NLR adalah sebuah lembaga non-pemerintah (LSM) yang didirikan di Belanda pada 1967 yang berjuang untuk menanggulangi kusta di Indonesia. 

Tidak hanya untuk Indonesia, NLR juga beroperasi di beberapa negara di dunia dengan angka kusta yang tinggi, yakni Mozambique, India, Nepal, dan Brazil. Di Indonesia sendiri, NLR bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia  pada tahun 1975.

NLR kini bertransformasi menjadi entitas nasional agar kerja-kerja organisasi menjadi lebih efektif mulai tahun 2018. Tagline yang diusung sama dengan Aliansi NLR Internasional: Hingga kita bebas dari kusta.

Untuk mencapai tujuan ini, NLR memiliki beberapa program sebagai berikut:



1. Stop Transmisi Kusta

2. Pencegahan Disabilitas

3. Inklusivitas Kaum dengan Disabilitas

4. Stop Stigma dan Diskriminasi





KBR dan Program SUKA DUKA 

Selain NLR, lembaga yang aktif menyuarakan support untuk penderita kusta adalah KBR (Kantor Berita Radio). Bekerjasama dengan NLR mengadakan program SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta). KBR rutin mengadakan podcast yang menjadi pusat informasi dan edukasi tentang kusta. Diharapkan dengan adanya podcast ini, semakin banyak orang yang sadar pentingnya memberikan support bagi penderita kusta, tidak malah takut ataupun mengucilkan mereka. 

Begitulah, beberapa insight yang saya dapatkan tentang kusta membuat saya untuk berusaha menyuarakan program pemberantasan kusta di Indonesia. 

Ya, kita harus bergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini dikucilkan karena penyakit yang dideritanya. Sebab mereka tidak hanya butuh disadarkan untuk berobat, namun juga harus disupport dan digandeng agar terus bersemangat untuk sembuh.

Selengkapnya teman-teman bisa menonton seputar kusta di YouTube Berita KBR. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia bebas kusta!


17 comments:

  1. Padahal sebenarnya penyakit ini sudah ada obatnya, ya. Moga Indonesia segera bebas dari kusta.

    ReplyDelete
  2. Nah, kudu paham serba serbi kusta ya
    supaya kita juga bisa mencegah... ngga kasih stereotype juga kpd survivor kusta
    makasi sharing-nya mba

    ReplyDelete
  3. ooh, aku baru tau bentuknya kusta
    jaman dulu tuh kusta dianggap akibat dari ilmu sihir ya, mungkin waktu itu emang belum ada dokter ya
    sekarang semoga semakin berkurang ya kuman kustanya
    btw kuman kusta nih ditemukan di mana sih? asal mulanya dari mana?

    ReplyDelete
  4. Pengetahuan yg bagus bgt tentang kusta. Waktu kecil saya pernah denger2 aja cerita kalau orang kena kusta jarinya putus2. Tapi nggak tau gara2 apa..

    ReplyDelete
  5. Di kampung sebelah ortuku tinggal di Kediri ada Rumah Sakit Kusta milik Pemprov Jatim.Dulu waktu aku masih sekolah sering lihat pasiennya...dan memang masyarakat memandang mereka dengan sebelah mata. Melihat peta penyebaran di atas berarti masih banyak di area Timur Indonesia ya... dengan data di tahun 2020, ada 17 ribu kasus penyakit kusta baru di seluruh Indonesia. Wah, sedih..padahal yang di dekat kampungku itu udah ditutup karena memnag ga ada pasien kusta lagi
    Semoga segera bisa teratasi kusta di negeri ini

    ReplyDelete
  6. Baru tahu kalau sedikit persentase yang bisa tertular. Waktu kecil pernah menonton film tema Kusta dan ngeri sekali, baca ini jadi sedikit lebih mengerti

    ReplyDelete
  7. Wiwin | pratiwanggini.netMay 15, 2021 at 7:30 AM

    Sedih kalo melihat penderita kusta yang dikucilkan. Makin sedih karena mereka memang belum teredukasi mengenai penyakit ini. Saya pribadi sudah sering mendengar tentang penyakit ini sejak masih sekolah dulu.

    ReplyDelete
  8. Oh justru kalau bercaknya tidak menimbulkan sensasi apa-apa, kudu lebih waspada yaa, kak..
    Dan waspada sejak dini membuat penyakit kusta ini bisa ditangani sedini mungkin.

    ReplyDelete
  9. Wah ternyata ada bahasan lengkapnya di youtube KBR ya, otw nonton ah. Semoga Indonesia bebas dari penyakit kusta ya, aamiin

    ReplyDelete
  10. kusta sebenarnya masih jadi ancaman ya mbak
    apalagi indonesia menjadi negara ketiga di dunia dgn penderita kusta terbanyak
    harus tahu bagaimana cara dlm menghindari dan mengatasi penyakit kusta ini

    ReplyDelete
  11. Agak menakutkan kalau gejalanya kena di saraf ya. Semakin cepat dideteksi dan ditangani semakin baik. Kusta adalah penyakit yg berbahaya.

    ReplyDelete
  12. Harus care sama kusta soalnya ini penyakit menular meskipun bisa sembuh
    Untuk antisipasi lebih baik dicegah sebelum terjadi

    ReplyDelete
  13. Aku juga sempat belajar tentang kusta dari NLR mam. Bikin wawasan terbuka. Semoga tulisan ini bisa mengedukasi masyarakat ya mam...

    ReplyDelete
  14. Aku tuh kaget lho, waktu ikut webinar acara ini. Engga duga, bahwa kusta masih ada di Indonesia, bahkan dunia. Semoga berkat tulisan-tulisan kita jadi memberi informasi ke masyarakat

    ReplyDelete
  15. Dulu tetangga ada yang terkena kusta dan dikucilkan warga sampai ia pergi mengungsui dan tak kembali hingga hari ini..keluarganya pun sdh hilang kontak..kasihan deh saya kalau ingat ceritanya..

    ReplyDelete
  16. Kalo lihat di film film, penyakit kusta itu termasuk yang memalukan sampai diusir dari kampungnya. Padahal jaman sekarang sudah ada obatnya ya mba. Semoga ga ada lagi diskriminasi terhapad penderita kusta

    ReplyDelete
  17. Saat ada kelainan bercak kulit tapi ga berasa apa apa juga kita hrs periksa ya kak takut masalah ini ,

    ReplyDelete

@nabila_haqi