Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Cerita Penyapihan (Part 1)

Kini tiba saatnya kita tak lagi sedekat biasanya, nak. Jika sejak lahir Umar Musyaffa' selalu ada di dekapan ummah, kini semuanya berbeda. Biasanya ia tak bisa jauh dari ummah karena harus menyusu, kita tak lagi. Dulu mungkin Umar tak bisa tidur jika tidak dengan dekapan ummah, sekarang tak lagi, nak. Kau bisa tidur sendiri tanpa perlu menyusu ataupun 'dikeloni'. Semua tak lagi sama, karena kamu telah disapih. Masya Allah Tabarakallah. Ummah sangat bersyukur Allah memudahkan semua proses ini.  Oleh karenanya, dalam rangka syukur padaNya, ummah ingin membagi sekelumit kisah yang semoga bermanfaat bagi bunda lainnya.  Baca juga:  Perjuangan Promil Sadari Betul: Semua Ini Adalah Ibadah, Menyusu dan Menyapih adalah Ibadah  Allah ingin memberikan hikmah pada kita, bahwa kita akan berpisah. Mau tidak mau, siap atau tidak, kita akan berpisah dengan orang yang kita cinta. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan sirna, semua akan berpisah. Yang bisa kita perjuangkan saa

Tips Mengajak Bayi Traveling di Tengah Pandemi

Pandemi Covid 19 sudah hadir ditengah-tengah kita hampir dua tahun. Semenjak itulah para ibu menjadi agak khawatir dengan kondisi kesehatan si buah hati.  Saya sebagai ibupun mengalami hal yang sama. Karena kekhawatiran inilah saya jarang membawa anak pergi keluar kota. Namun kemarin saya terpaksa harus mengajak buah hati keluar kota karena ada sebuah pelatihan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan.  Anak tidak bisa dititipkan karena masih menyusui. Ia juga sangat senang diajak keluar kota, maka bismillah saya ajak keluar kota.  Alhamdulillah sekarang dia masih bisa ceria saat tiba di Surabaya. Meskipun qadarullah masih ada masalah kesehatan yang harus diselesaikan.  Sekarang saya ingin sharing tips mengajak bayi keluar kota agar tetap aman meskipun kondisi pandemi masih ada.  1. Hindari Kerumunan Seperti kita tau, bahwa protokol kesehatan selama Covid Pandemi adalah 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menghindari Kerumunan)  Nah, pakai masker dan cuci tangan rasanya sudah

Cerita Terkena Preeklampsia

Sebenarnya sudah sangat lama ingin bercerita banyak tentang tentang kelahiran Umar. Begitulah jika sesuatu itu ditunda-tunda, tak juga terealisasi hingga sekarang dia sudah hampir berumur dua tahun. Waktu itu sedang hamil trimester ketiga, badan saya mulai membesar. Hampir semua anggota badan membengkak, tidak hanya kaki yang umum dialami ibu hamil. Kata dokter di rumah sakit, itu hal yang biasa. Hingga memasuki minggu ke 37 saya beralih rumah sakit dengan dokter kandungan yang dikenal 'pintar'. Mengapa dari awal tidak di dokter itu? Karena untuk bisa periksa ke dokter tersebut, kita harus mengambil nomor antrian sejak dari subuh! Waktu itu setelah subuh, saya ke dokter bersama suami. Karena merasa baik-baik saja, saya memilih untuk menunggu di rumah sakit saja.  Hingga masuklah saya ke ruang dokter jam 9 an. Sebenarnya saya sudah sering ke dokter itu pada waktu promil, sehingga ia tau betul kondisi saya sebelum hamil dan sekarang saat hamil. Berubah drastis. Sebelum hamil bera

Teknik Dasar Pencahayaan dalam Food Fotography

Apa yang sahabat rasakan saat melihat foto makanan cantik di story WA atau Instagram? Biasanya kita mendadak lapar dan ingin mencoba makanannya juga.  Lalu bagaimana saat ada foto makanan kesukaan kita dengan gambar yang pas-pasan? Fotonya seadanya, ditambah cahayanya yang redup. Bisa jadi kita jadi tidak tertarik, padahal itu adalah makanan favorit kita. Inilah the power of photography.  Kabar baiknya, kita semua bisa menghasilkan foto makanan yang cantik juga, meskipun bukan seorang fotografer. Bagaimana cara memulainya? Baca artikelnya ini sampai selesai, ya. Teknik Lighting yang Tepat Foto produk berupa makanan disebut juga dengan food photography. Tips pertama yang akan saya bagi adalah tentang pemahaman dasar pencahayaan. Pembahasan kali ini adalah hal yang cukup esensial dalam fotografi, yakni pencahayaan. Teknik yang kita gunakan dalam lighting sangat mempengaruhi bagus dan tidaknya hasil fotografi kita. Terdapat dua jenis lighting yang bisa gunakan: 1. Artificial Light atau La

Mengatasi Drama Perdapuran dengan Yummy App

Kehidupan senantiasa berbeda setiap episodenya. Kehidupan sebelum menikah berbeda dengan setelah menikah. Sebelum punya anak juga berbeda setelah kehadiran sang anak. Berbeda lagi dengan bertambahnya anak. Tugas kita tinggal menjalankan peran sebaik-baiknya.  Sebelum menikah, kehidupan terasa jauh dari urusan rumah tangga. Jarang dirumah, malas perawatan ataupun sekedar beberes. Tidak pernah menjamah pekerjaan rumah tangga, termasuk masak. Memasak adalah aktvitas yang paling tidak saya suka. Hingga akhirnya, sampailah pada momen menjadi istri. Semuanya berubah. Keadaan menuntut untuk lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga. Saya kelabakan dan belum bisa berdamai dengen segala drama rumah tangga. Saya belum terbiasa dengan  segala pekerjaan rumah tangga, rumah terlihat selalu berantakan, jarang masak di rumah, bahkan tidak ada waktu untuk hanya sekedar menyeterika baju.  Alhasil, banyak kondisi yang hadir menyentil telinga saya. Hal yang paling menyakitkan adalah saat Umar menjad

Membuat Flash Fotography Tanpa Shutter Speed di Smartphone

Beberapa bulan terakhir saya menekuni ilmu yang sangat baru buat saya, yakni fotografi. Ternyata cukup seru mencoba memainkan berbagai angle dan cahaya hanya dengan smartphone.  Ilmu ini saya dapatkan dari Kabin Foto dan Videografi Kampung Komunitas Ibu Profesional. Pekan ini mendapatkan kegiatan seru dimana yang menjadi pemateri adalah murid-muridnya sendiri. Salah satu yang paling berkesan menurut saya adalah materi tentang "Membuat Freezing Photography Ala-Ala dengan Smartphone". Ini adalah salah satu contoh freezing atau splash photography yang saya ambil dari Pixabay.  Credit: Pixabay Saya tertarik mencoba ini saat disuguhkan karya seperti ini di awal kelas. Ternyata setelah mencoba berkali-kali, masih belum juga berhasil. Padahal sudah menurunkan Shutter speed, take foto di tempat dengan cahaya yang sangat melimpah.  Alhamdulillah Mbak Faurista, salah satu peserta membocorkan triknya, tanpa perlu ada Shutter Speed. Cara sederhananya adalah dengan menggunakan video slow

Mengenal Kusta dan Penanggulangannya

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, saya sempat bertemu dengan seorang anak disabilitas pada sebuah acara sosial. Saya juga melihat ia bersama ibunya yang tampak tegar dan sabar diamanahi anak yang spesial.  Bicara tentang disabilitas, saya kemarin mendapat banyak insight tentang disabilitas, penyakit kusta, hingga upaya media dalam publikasi disabilitas.  Tepatnya pada hari Rabu, 14 April 2021, saya mengikuti sebuah webinar tentang “ Media yang Mengedukasi dan Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas .” Setelah itu diadakan kembali acara lanjutannya pada  tanggal 19 April 2021 di kanal Youtube Berita KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia. Kali ini mengangkat topik "Melihat Potret Kusta di Indonesia". Tayang langsung ini juga dapat disimak melalui 104,2 FM Mstri FM.  Dulu pernah sempat mendengar penyakit ini di jaman sekolah. Sekarang diingatkan lagi bahwa penyakit ini ternyata masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Bahkan tercatat di tahun 2020,  ada  17 ribu kasus pen

#1 Assalamualaikum Umar

  Krek! "Aaa.." Duk!  "Aaa.." Treng buak buak buak... "Aaa.. Astaghfirullah!" Entah berapa teriakan yang hari ini ummah keluarkan.  Polah dan tingkat Umar yang mengejutkan setiap hari. Merobek buku.  Menumpahkan air. Meminum air mandinya sendiri. Bahkan kadang air cuci piring.  Makan sabun. Makan kertas. Bahkan menyesap baju yang akan dijemur. *** Akhir tahun ini Umar memasuki usia 2 tahun. Artinya sudah setahun lebih suasana rumah ummah dan abbah berubah.  Dari yang biasanya sepi, sunyi, tanpa kegaduhan. Kini berubah! Menjadi ramai dan penuh suasana baru. Selalu ada hiruk pikuk yang dibuat oleh seorang bayi bernama Umar. Masya Allah Tabarakallah! *** Ramadhan 2018 Ramadhan yang senyap. Ummah tidak bisa ke masjid. Hanya bisa titip doa pada abbah, agar bayi yang dikandungnya sehat dan selamat sampai lahir di dunia.  Ya. Ini adalah kedua kalinya ummah hamil.  Kehamilan pertama gugur. Setelah pendarahan yang terus menerus.  Kehamilan pertama yang hampir-hampi

Tips Menjaga Imunitas Keluarga

Menjadi ibu membuat banyak ritme kehidupan berubah. Jika dulu saya masak hanya saat mood, sekarang saya harus berbenah, sebisa mungkin masak setiap hari agar bisa menghadirkan makanan yang terjaga nutrisi dan higienitasnya. Sampai kapan terus menerus beli makanan di luar? Dulu saya juga tidak terlalu memikirkan kebersihan rumah, beberes rumah sesempatnya saja. Sekarang, sehari tidak beberes rumah, rumah sudah seperti kapal pecah. Kasian Umar jika tempat mainnya kotor. Ya, sampai kapan males-malesan tidak beberes dan mengurus pekerjaan rumah tangga? Jika dulu saya tidak begitu concern atas masalah kesehatan. Dulu seringkali sakit-sakitan, baik penyakit ringan batuk pilek, hingga seringkali pusing dan demam. Itu dulu, sekarang kesehatan bukan hanya prioritas utama, namun sebisa mungkin saya dan suami sendirilah yang menjadi dokter sendiri di keluarga.  Apalagi kelahiran Umar hampir bersamaan dengan munculnya corona di Indonesia. Tepatnya saat Umar belum genap berusia setahun, bencana pan

Rahasia Madu untuk Kecantikan, Perawatan Diri, dan Kesehatan

Banyak ritme kehidupan yang mulai menyadarkan untuk mengurangi penggunakan produk yang kadang tanpa kita sadari bisa merusak lingkungan.  Jauh sebelum si bayi lahir, saya lebih mulai memilih menggunakan produk alam khas Indonesia dibandingkan berderet skincare yang berharga ratusan ribu.  Pertama tentu saja budget yang memaksa untuk tidak menganggarkan skincare hingga ratusan bahkan jutaan rupiah.  Kedua karena ternyata badan dan kulit saya merasakan kecantikan yang lebih alami. Bahan-bahan alam nyatanya lebih ramah tidak hanya di kantong, tapi juga di tubuh saya.  Saya makin jatuh cinta pada komoditas khas Indonesia ini saat menjalani masa kehamilan. Demi menjaga janin dari paparan produk-produk kimia yang berbahaya, saya lebih memilih memanfaatkan kekayaan yang ada di Indonesia.  Produk-produk ini menyimpan manfaat yang besar, tak hanya agar wajah dan tubuh makin bersinar dan terawat. Namun juga agar memancarkan cantik alami khas wanita Indonesia. Melalui penggunakan potensi produk