Madu Klanceng, Madu Premium yang Sering Bikin Salah Paham.



Madu Klanceng, yang memiliki nama lain Madu Trigona (karena diproduksi oleh lebah Trigona sp), atau Madu Kelulut, atau Madu Lanceng, merupakan madu yang bisa dikatakan madu murni paling mahal daripada madu jenis lainnya semisal madu Hutan atau madu monoflora seperti madu Randu, Kaliandra, dan sebagainya. Hanya orang-orang yang paham saja yang akan mencari madu ini, mengingat madu jenis ini adalah madu yang secara karakteristik tidak lazim, tidak sebagaimana madu pada umumnya. Misalnya, madu ini sangat encer, dan rasanya pun sangat asam.


Bagi anda yang belum mengetahuinya, lebah klanceng atau Trigona sp merupakan lebah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Beberapa kelebihan dari beternak lebah ini adalah tidak terdapatnya sengat (stingless bee) dan bukan termasuk lebah yang agresif dalam mempertahankan sarangnya. Dari beberapa kemudahan tersebut, menjadikan lebah klanceng menjadi lebah yang sangat sering dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Namun demikian, lebah Trigona sp ini merupakan lebah yang produksinya sangat sedikit. Kurang lebih hanya 500gr setiap panen perkoloninya. Bahkan ada yang hanya 200gr per panen. Yang demikian itu juga tergantung dari stok pakan lebah, Lebah jangkauan terbangnya tidak jauh, dimana maksimalnya hanya bisa menjangkau hingga radius 500 m. Berbeda dengan jenis lebah lain yang bisa menjangkau hingga radius 2 km.


Sebagai informasi, madu klanceng `yang baru dipanen apa adanya, pada beberapa parameter tertentu tidak bisa lolos uji SNI Madu (3545:2013). Sehingga hal ini akan membuat orang awam akan menyebutnya sebagai madu berkualitas rendah, atau bahkan madu palsu. Apalagi jika mereka mengikuti test mainstream semisal dicampur dengan air misalnya, maka madu akan cepat bercampur. Sehingga orang akan menganggap madu tersebut adalah madu campuran, padahal sebenarnya karena kadar air yang tinggi.

 (BSN, 2013)

Selanjutnya mari kita bahas keunikan madu Klanceng menjadi 3 jenis bahasan secara terpisah. Yakni tentang kadar air, kadar gula pereduksinya, kadar keasaman yang dikaitkan dengan standard SNI 3545:2013. Serta pembahasan tambahan tentang Kadar Protein, Harga madu dan khasiat madu, baik secara umum maupun secara khusus.


Kadar Air

Madu klanceng merupakan madu yang sangat encer dibandingkan dengan jenis madu murni lainnya. Jika pada SNI kadar air maksimal adalah 22%, maka pada madu Klanceng kadar airnya rata-rata diatas 25% saat dipanen. Adapun jika anda temui ada madu klanceng yang kental, maka ada kemungkinan madu tersebut telah mengalami proses modifikasi. Ada 2  kemungkinan, yang pertama madu tersebut telah melalui proses  pengurangan kadar air (misalnya dengan pasteurisasi, dijemur di bawah matahari, proses dehumidifikasi, dan lain sebagainya). Yang kedua telah mengalami proses campuran.


Proses pengurangan kadar air yang didalamnya terdapat proses pemanasan, akan mengurangi kualitas madu. Semua enzim pada madu akan mengalami kerusakan. Enzim mengalami penurunan aktifitas dan bahkan menjadi inaktif karena efek paparan panas. Sehingga meskipun terpapar panas hanya sebentar, tetap berdampak pada penurunan kualitas madu. Bahkan pada suhu diatas 25 oC saja, madu akan mengalami penurunan kualitas sedikit demi sedikit. Adapun madu kental karena hasil campuran (gula invert, karamel, dan lain-lain), maka yang ini lebih rendah lagi kualitasnya daripada yang pertama.  


(Karnia, Hamidah, & Thamrin, 2019)

Kadar Gula Pereduksi

Komponen utama madu adalah gula. Namun jenis gula yang dikandung madu tentunya berbeda dengan gula pasir, atau gula pada makanan secara umum. Madu Klanceng yang belum lama panen, kandungan gula pereduksi bahkan bisa dibawah standard yang ditetapkan oleh SNI, sebagaimana yang nampak pada gambar hasil uji Lab Madu klanceng/kelulut diatas. Pada gambar menunjukkan bahwa madu yang belum lama panen kandungan gula pereduksinya 60.5 % b/b. Sedangkan standard SNI minimal 65 % b/b. Hal inilah yang diduga penyebab madu klanceng adalah madu yang paling ramah untuk penderita diabetes (kandungan gula paling rendah, apalagi kadar Indeks Glikemik pada madu juga rendah, sehingga tidak menyebabkan kadar glukosa darah tinggi). Bahkan cukup banyak yang mengaku luka akibat diabetes cepat mengering setelah konsumsi madu klanceng.


Semakin lama disimpan, kandungan gula pereduksinya semakin tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas enzim diastase yang tinggi, yang menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim diastase merupakan zat yang ditambahkan oleh lebah. Aktivitas enzim diastase dapat digunakan sebagai indikator untuk mendeteksi perlakuan panas pada madu. Enzim merupakan protein, dan hanya aktif pada keadaan tertentu. Enzim akan cepat rusak apabila kondisi terlalu asam, terlalu basa, terkena panas atau logam berat (Achmadi, 1991). Pemanasan pada suhu di atas 40 oC menyebabkan aktivitas enzim diastase menurun, bahkan pada suhu tinggi menyebabkan enzim tersebut menjadi tidak aktif. Di sisi lain, semakin lama penyimpanan juga dapat menyebabkan aktifitas enzim semakin menurun hingga inaktif.


Kadar Keasaman

Umumnya madu, semakin lama akan semakin asam karena adanya aktifitas fermentasi yang terjadi pada madu. Namun uniknya, justru madu klanceng paling asam sejak panen. Hal ini ditandai dengan gambar diatas, sebagaimana kadar keasamannya semakin lama justru semakin menurun. Kadar keasaman yang tinggi ini bisa disebabkan karena kandungan mineral yang tinggi pada madu klanceng (Misalnya Belerang, Kalsium, Mangan, Zat Besi, Fosfor, Klor, Kalium, Magnesium, Yodium, dan lain-lain).


Dari sini dapat kita simpulkan, bahwa madu dengan jenis berbeda memiliki karakteristik yang berbeda pula. Tidak sesuai dengan kualitas standard yang dikeluarkan oleh BSN, dalam hal ini SNI, bukan berarti madu tersebut berkualitas rendah. Misalnya pada madu Klanceng ini.


Kadar Protein

Terdapat hasil pengukuran yang membandingkan kadar protein masing-masing madu dari lebah Trigona sp, Apis Mellifera, dan Apis dorsata (Lebah Hutan). Data hasil pengukuran ditunjukkan pada tabel berikut.

(Putra, Hendric Surya; Astuti, Winni; Kartika, Rudi;, 2018)

Tampak pada gambar bahwa madu Klanceng/Trigona memiliki kadar protein paling tinggi dibandingkan madu jenis lain.


Harga

Harga Madu Klanceng dikenal memiliki harga yang sangat mahal daripada madu murni pada umumnya. Padahal madu ini bisa panen tidak tergantung musim ataupun pengaruh musim kemarau. Namun madu ini mahal salah satu penyebabnya karena madu ini panennya sangat sedikit. Sekali panen hanya kisaran 500gr per koloni. Sedangkan siklus panen sekitar 1-3 bulan. Jadi jika dirata-rata, per tahun hanya sekitar 1-2kg per koloni. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan madu Randu dari lebah Mellifera yang bisa memproduksi madu hingga 75kg/koloni/tahun saat musimnya sedang bagus.  Diantara penyebab harganya yang mahal, karena madu ini dikenal sangat cepat terasa khasiatnya jika dibandingkan dengan madu murni yang lain, meskipun dengan dosis yang rendah. Diantaranya mempercepat penyembuhan luka, badan selalu fit meski beraktifitas berat, serta terasa khasiatnya dalam menyembuhkan penyakit semisal pusing, meriang, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.


Khasiat

Jika dirangkum, madu memliki khasiat diantaranya:

- sebagai antibakteri penyebab keracunan makanan, infeksi kulit, endokarditis, dan meningitis (Nadhilla, 2014)

- berpotensi menyembuhkan kanker (Surmalin, Anna, Prita, & Masitoh, 2014)

- Sebagai antioksidan (Surmalin, Anna, Prita, & Masitoh, 2014)

- menyembuhkan anemia yang menyebabkan pertumbuhan menurun, kebugaran tubuh berkurang, dan semangat belajar menurun (Supratiknyo, 2014)

- menyembuhkan jerawat (Umah & Herdanti, 2017)

- mencegah penyakit gigi dan mulut (Septianto, Rosalina, & Purwaningsih, 2014)

- memperbaiki kualitas sperma (Legowo, Gheavani;, 2015)

- mempercepat penyembuhan luka penderita diabetes mellitus (Ardy, Muhammad Bima Billy;, 2017)

- madu dapat mempercepat pulihnya pharyngitis atau sakit tenggorokan (Kamilah).

- dan masih banyak lagi.


Berikut ini penjelasan ilmiah secara singkat mengenai khasiat yang terdapat pada madu.


Madu merupakan salah satu sumber makanan yang baik karena mengandung asam amino, karbohidrat, protein, vitamin serta mineral yang mudah diserap oleh sel-sel tubuh. Madu mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi, fosfat dan vitamin, seperti vitamin E, vitamin C, vitamin B1, B2 dan B6. Selain itu madu juga mengandung banyak manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya (Sarwono, 2001).


Madu memiliki efek antibakteri dan bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (bakteri pathogen) yang merupakan penyebab keracunan makanan, infeksi kulit, meningitis, dan penyebarannya di dalam tubuh bisa mengakibatkan endokarditis. Terdapat tiga sistem yang bertanggung jawab sebagai antibakteri dalam madu, yaitu osmolaritas madu, keasaman madu yang diperantai oleh asam glukonat, serta adanya senyawa inhibine yaitu hidrogen peroksidase. Terdapat pula senyawa aromatic madu yang juga berperan sebagai antibakteri, yakni flavonoid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan antibakteri pada madu efektif terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.  (Nadhilla, 2014).


Madu mengandung potensi antikanker dan antioksidan (Surmalin, Anna, Prita, & Masitoh, 2014)


Terdapat penelitian terhadap 46 responden Wanita, dimana wanita mempunyai risiko tinggi menderita anemia, terutama pada masa remaja, yang dapat berdampak pada pertumbuhan menurun, kebugaran tubuh berkurang, dan semangat belajar menurun. Hasil akhir menunjukkan bahwa terdapat kenaikan kadar hemoglobin melalui intervensi madu pada remaja puteri yang mengalami anemia (Supratiknyo, 2014)


Terapi non farmakologi dengan Madu (masker madu) berpengaruh terhadap penyembuhan jerawat (Umah & Herdanti, 2017).


Madu dianjurkan dikonsumsi sebagai perawatan kesehatan gigi dan mulut, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa madu berpengaruh terhadap derajat keasaman (pH) saliva, dimana hal ini dapat menjadikan madu sebagai alat perlindungan dan pencegah penyakit gigi dan mulut (Septianto, Rosalina, & Purwaningsih, 2014)


Madu dapat memperbaiki kualitas sperma, karena merupakan salah satu antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas, baik dari segi kerusakan DNA yang diinduksi maupun akibat produksi Reactive Oxygen Species (yang terdapat dalam asap rokok) yang berlebihan sehingga dengan memberikan madu dapat memperbaiki kualitas sperma. Karena kelebihan ROS ini harus terus dilemahkan dengan antioksidan (Legowo, Gheavani;, 2015)


Madu terdapat senyawa sejenis enzim lisozim yaitu senyawa inhibine. Senyawa ini akan mengurangi bakteri yang ada didalam mulut, sehingga pertumbuhan bakteri yang ada pada mulut akan lebih terkontrol. Setelah pertumbuhan bakteri dalam mulut ini dapat di kendalikan, maka produksi asam didalam mulut dari sisa-sisa makanan akan dapat dikurangi atau dihentikan (Siregar & Mukhlidah, 2012).


Madu dapat mempercepat proses penyembuhan luka diabetik. Hasil skor pengkajian pasien sebelum dan sesudah diberikan perawatan luka menggunakan madu termasuk dalam kategori bagus, dengan kedalaman luka yang bernilai 3 (Lesi sampai lapisan dermis) menjadi bernilai 2 (Lesi sampai lapisan dermis) dalam waktu pemberian selama 3x24 jam (Ardy, Muhammad Bima Billy;, 2017).


Madu dapat mempercepat pulihnya pharyngitis (sakit tenggorokan) karena mengurangi aktivitas dari cyclooxygenase-1 dan cyclooxygenase-2. Terbukti juga bahwa madu tidak memiliki efek samping dan lebih aman digunakan dibanding obat-obat kimia lain yang bahkan dapat berbahaya bagi sel. Pharyngitis termasuk salah satu alasan tersering pasien datang ke rumah sakit, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Namun, obat kimia yang diberikan dokter untuk memiliki efek samping yang serius terutama bagi anak-anak. Karena itu, dokter lebih baik menyarankan pasien menggunakan obat alami untuk membantu pemulihan karena madu memiliki agen sebagai anti bakteri dan anti peradangan dan tidak memiliki efek samping agar tidak hanya bergantung pada obat kimia saja. Selain itu, madu baik untuk dikonsumsi sehari-hari agar meningkatkan daya tahan tubuh.


Madu dari lebah Trigona sp dapat menurunkan berat badan, kolesterol total, low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida pada pasien diabetes (Mohsen, 2009)

Jika penjabaran khasiat diatas diambil dari jurnal atau karya tulis ilmiah, maka berikut ini khasiat yang didapat berdasarkan orang yang merasakan khasiatnya secara langsung. Sehingga pada penjabaran di bawah ini bersifat subjektif.


Khasiat Madu murni secara umum berdasarkan testimoni.


Gambar 1


Gambar 2


Gambar 3


Berikut ini adalah testimoni khusus pada Madu Klanceng/Trigona.

Gambar 4


Gambar 5


Gambar 6


Gambar 7


Pada gambar 1 adalah testi madu hutan multiflora, gambar 2 adalah testi madu randu. Sedangkan gambar 3 adalah testi madu murni secara umum. Khasiat pada gambar 1 hingga 3 juga dapat dilakukan oleh Madu Klanceng, mengingat madu-madu tersebut secara kualitas masih dibawah madu Klanceng.  Sehingga apa yang dapat dilakukan madu multiflora apalagi monoflora semisal madu randu ini, Insyaalah juga bisa dimiliki oleh Madu Klanceng.


Secara khasiat, madu Klanceng memiliki khasiat yang lebih banyak daripada madu murni pada umumnya. Karena kandungan nutrisinya lebih banyak daripada madu murni pada umunya. Misalnya kandungan bee pollen dan propolis. Madu Klanceng diperkirakan lebih banyak kandungan propolisnya karena sarangnya berbahan propolis lebih dari 80%. Berbeda dengan sarang semisal lebah pada Apis Mellifera yang kandungan terbanyaknya adalah Lilin Lebah. 


Disusun oleh: Agus Suprapto (Owner Al Musyaffa Honey)




Bibliography

Achmadi, S. (1991). Analisis Kimia Produk Lebah Madu dan Pelatihan Staf Laboratorium Pusat Perlebahan Nasional Parung Panjang. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Ardy, Muhammad Bima Billy;. (2017). Penerapan Terapi Madu Pada Pasien Diabetes Mellitus Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka di Wilayah Puskesmas II Gombong. Gombong: STIKES Mihammadiyah Gombong.

BSN. (2013). MADU. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Kamilah, M. F. (n.d.). Analisis Penggunaan Madu Sebagai Obat Komplementer pada Pharyngitis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Karnia, I., Hamidah, S., & Thamrin, G. A. (2019). Pengaruh Masa Simpan Madu Kelulut (Trigona sp) Terhadap Kadar Gula Pereduksi dan Keasaman. Jurnal Sylva Scienteae Vol. 02 No. 6.

Legowo, Gheavani;. (2015). Manfaat Madu sebagai Antioksidan dalam Melawan Radikal Bebas dari Asap Rokok untuk Menjaga Kualitas Sperma. Majority Volume 4, 41-46.

Mohsen. (2009). Effects of Natural Honey Consumption in Diabetic Patients : an 8-week randomized clinical trial. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 618 - 626.

Nadhilla. (2014). The Activity of Antibacterial Agent of Honey Against Staphylococcus Aurens. Journal Majority, Volume 3 No. 7.

Putra, Hendric Surya; Astuti, Winni; Kartika, Rudi;. (2018). Aktivitas Amilase, Protease dan Lipase dari Madu Lebah Trigona sp, Apis Mellifera, dan Apis Dorsata . Jurnal Kimia Mulawarman Vol. 16 No. 1.

Sarwono. (2001). Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Septianto, D., Rosalina, & Purwaningsih, P. (2014). Pengaruh Konsumsi Madu Terhadap Derajat Keasaman (pH) Saliva Anak Sekolah di SD Negeri 1 Wulung. Jurnal Keperawatan Komunitas Volume 2 No. 1, 15-19.

Siregar, & Mukhlidah, S. (2012). Cara Sehat dengan Resep-resep Ajaib Herbal Alami. Yogyakarta: Buku Biru.

Supratiknyo. (2014, Agustus). Beda Kenaikan Kadar Hemoglobin Melalui Intervensi Madu Pada Remaja Puteri. Oksitosin, Kebidanan, pp. 58-66.

Surmalin, Anna, Prita, & Masitoh. (2014). Aktivitas Antikanker dan antioksidan Madu di Pasaran Lokal Indonesia. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Umah, K., & Herdanti, O. (2017). Masker Madu Berpengaruh Pada Penyembuhan Acne Vulgaris. Ners Community, 179-187. 


3 comments:

  1. Madu klaaceng ramah utk yg mnderita Asam Lambung kah?,
    Madu jenis ini, gulanya sdkit ya,,, beruntung...krena si Haqqiya(babyq) tdk suka yg rsnya trllu strong, heheheeh

    ReplyDelete
  2. Insyaallah madu aman utk penderita asam lambung. Jika khawatir, brgkali bisa pakai dosis rendah dulu. Misalnya 1-2 sendok madu dicampur dengan setengah gelas air segar.

    Semua madu kadar gulanya bisa dikatakan tinggi. Yg membedakan jenis gulanya, madu memiliki kadar indeks glikemik lebih rendah dari gula pada umumnya. Misalnya gula pasir. Sehingga madu tdk begitu mempengaruhi peningkatan kadar gula pada darah.

    Soal rasa mungkin tiap anak beda2. Krn ada juga yg tdk begitu suka madu klanceng krn rasanya yg dominan asam.

    Ada kisah ttg org yg sakitnya terkesan semakin parah krn terapi madu. Berikut kisahnya..

    Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu. Beliau radhiyallahu ‘anhu menceritakan,


    “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, ’Saudaraku sakit perut.’ Rasulullah berkata, ’Minumkanlah madu kepadanya.’ Laki-laki itu lalu meminumkan madu kepada saudaranya. Kemudian laki-laki itu datang lagi, dan berkata, ’Aku telah memberinya madu, namun penyakitnya semakin bertambah.’ Maka Rasulullah berkata lagi kepadanya untuk yang ketiga kalinya. Kemudian laki-laki itu datang lagi untuk yang keempat kalinya. Rasulullah tetap berkata, ’Minumkanlah madu kepadanya.’ Laki-laki tersebut datang lagi dan berkata, ’Sungguh sudah saya beri minum madu, namun penyakitnya semakin bertambah.’ Maka Rasulullah bersabda, ’Maha benar Allah, dan dustalah perut saudaramu’. Laki-laki itu lalu meminumkan madu kepada saudaranya, dan akhirnya sembuh.” (HR. Bukhari no. 5684)


    Dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Maha benar Allah, dan dustalah perut saudaramu”, terdapat isyarat bahwa obat (madu) tersebut benar-benar manjur. Penyakitnya tersebut belum sembuh bukan disebabkan karena obatnya yang tidak manjur, akan tetapi karena perutnya yang bermasalah akibat terlalu banyak mengandung zat-zat yang merusak. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk terus mengulang-ulang pemberian obat (madu) karena banyaknya zat-zat yang harus dibersihkan.
    (Searching lewat yufid)

    ReplyDelete
  3. Berapa lama sebaiknya madu disimpan apakah ada masa exfire nya ? Trim

    ReplyDelete

@nabila_haqi