Aliran Rasa Bunda Cekatan



Tidak terasa 6 bulan sudah ritme kehidupan berubah semenjak menjadi ibu. Selama itu pula saya digembleng dalam sebuah sekolah bernama "Bunda Cekatan".

Saya telah dididik untuk berubah menjadi seorang ibu yang cekatan. Seorang ibu yang melewati fase dari telur, ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang siap terbang menebarkan manfaat.

Fase Telur 🍳 

Pertama saya diajarkan untu k membuat peta kehidupan, dalam sebuah mind mapping yang berisikan tujuan dan rencana kehidupan.

Fase Ulat 🐛 

Tahap berikutnya saya menjadi ulat yang harus memakan sebanyak-banyaknya makanan. Mengambil makanan dari berbagai sumber yang sudah ditetapkan dalam fase ulat.

Fase Kepompong 

Saya harus berpuasa di tahap ini. Menjauhi segala hal yang tidak berfaedah. Menghilangkan kebiasaan buruk yang menghalangi diri untuk terbang.

Fase Kupu-Kupu 

Fase terakhir sebelum siap terbang adalah menjadi seorang mentor (pengajar) dan mentee (murid).

Selama setengah tahun ini saya menjalani banyak hal, diantaranya adalah:

1. Belajar untuk langsung mempraktikkan ilmu setelah mendapatkan materi tiap pekan.

2. Belajar untuk mencari banyak teman.

Dalam sebuah pekan, ada masa saat saya harus mencari mencari banyak teman. Ada pula tantangan untuk mencari pasangan untuk saling berbagi ilmu. Disanalah saya belajar untuk menghilangkan sifat introvert yang kadang melekat.

3. Belajar menjadi murid yang baik.

Meski akhirnya saya gagal dan menyesal.

4. Belajar untuk berbagi.

Bahagia sekali saat bisa jadi mentor bagi dua murid yang hebat. Meski pada akhirnya saya kalah dengan mereka dalam hal semangat dan konsistensi, tapi saya bersyukur bisa belajar banyak dari mereka.

Terakhir, saya dan teman-teman satu regional ditantanh untuk membuat video selebrasi keberhasilan di kelas ini.



Terima kasih banyak telah mengadakan kelas yang keren ini. Teruntuk Bu Septi, Mbak Ika, dan semua tim yang telah memfasilitasi saya untuk belajar, semoga Allah mengganti semua jerih payah dengan banyak kebaikan.

Jazakumullahu khoiran katsir.




No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi