Pengaruh Covid-19 terhadap Kehidupan Sehari-Hari

"Bukankah kami telah melapangkan dadamu?" Qs. Al-Insyiroh: 1 

Hari ini, seorang ustadz favorit saya membahas tentang istimewanya surat Al-Insyiroh ini. Meski hari ini, banyak sekali kesulitan yang datang, tapi janji Allah itu menenangkan. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Malam ini hati ini memang sudah begitu gerimis. Sudah hampir separuh Ramadhan terlewati, tapi ibadah belum juga maksimal.

Apa kabar target tilawah Qur'an, sudahkah bisa mencapai satu juz sehari?

Bagaimana pula dengan kajian keislaman sebagai sumber makanan ruhani? Sudahkah dilihat berbagai kajian online yang begitu mudah diakses itu?

Jangan-jangan justru banyak terganti dengan stalking, buka sosial media, dan segala aktivitas dunia yang unfaedah. Astagfirullah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita.

Pengaruh Covid-19 terhadap Kehidupan Sehari-Hari

Pengaruh Covid-19 terhadap Kehidupan Sehari-Hari

Harusnya kita makin semangat ibadah dalam kondisi seperti ini. Bulan Ramadhan, ditambah pula dengan adanya musibah wabah ini.

Sekali lagi, saya sendiri memang harus lebih banyak bersyukur.  Banyak sekali saudara dan tetangga kanan kiri harus berjuang lebih keras di tengah terpaan Covid-19 ini.

Salah seorang saudara sudah dirumahkan. Padahal beberapa bulan yang lalu ia bergembira karena bisa memiliki penghasilan sendiri.

Belum lagi tetangga kanan kiri yang terpaksa harus 'pulang kampung', sebab pasar tempatnya bekerja sudah tutup.

Ada pula yang sudah hampir dirumahkan bersama 2 teman pegawai lainnya. Sayangnya, ia menolak untuk dirumahkan, ia memilih untuk mengerjakan apapun yang bisa dikerjakan, asal ada rupiah yang bisa ia bawa pulang untuk keluarga.

Baca juga: Cerita Covid-19 Part #1

Covid-19 ini telah mengubah banyak wajah kehidupan sehari-hari kita. Penyakit yang dibawa oleh virus bernama Corona ini telah menyulap kehidupan sehari-hari kita.

1. Siklus Kehidupan Manusia Berubah karena Covid-19 

Betapa banyak pengusaha yang mulai gulung tikar. Terlalu banyak orang yang kini mengeluhkan kondisi keuangan yang makin tidak menentu.

Kini, kita bisa melihat, banyak orang yang dulu berpunya, banyak uang, memiliki segalanya, ternyata semua itu dengan mudahnya Allah ubah keadaan mereka.

Banyak juga yang semula sehat bugar, kini tergolek di rumah sakit. Berjuang untuk tetap bersabar menghadapi status ODP, PDP, atau bahkan positif Covid-19.

2. Donasi Mulai Banyak Digerakkan

Masyaallah, masyarakat Indonesia memang luar biasa. Donasi demi donasi berbondong-bondong digalang oleh masyarakat.

Masih banyak orang yang mau membagi hartanya untuk orang lain. Bahkan mungkin untuk mereka yang tidak dikenal.

Semoga kita semua termasuk pada golongan yang istimewa ini. Yakni mereka yang masih mau berbagi, meski sama-sama berada pada kondisi sempit.

3. Ramadhan Kini Jadi Lebih Istimewa

Para ulama sudah memfatwakan untuk memilih beribadah di masjid, khususnya untuk daerah dengan zona merah Covid-19. Kali ini kita harus berusaha menghidupkan rumah bak masjid. Tatangan yang tidak mudah. Namun juga menjadi keistimewaan sendiri bagi kita semua yang masih berharap pada keberkahan bulan Ramadhan ini.

Covid-19 memang telah banyak mengubah kehidupan kita sehari-hari. Tapi, semoga semangat kita tidak berubah, untuk tetap berjuang menjalani kehidupan dengan bahagia dan penuh syukur. 

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi