Aliran Rasa Terakhir di Bunda Sayang


Ada air mata yang tertahan. Saat melihat, mendengar dan merasakan buruknya akhlak anak-anak di sekitar saya.

Bicara kasar pada orang tua, tiada kesibukan selain sekolah dan bermain gadget, susah sekali disuruh sholat, dan segala perilaku yang tak layak didengar dan dilihat.

Sungguh saya memang tak layak untuk menyalahkan orang tua mereka. Sebab saya belum tentu mampu jika diuji dengan anak-anak yang demikian.

Parenting ala bunda Sayang
Sumber: Pixabay

Hari ini, tepat diusia yang telah genap 24 tahun, Allah karuniakan seorang janin berusia 28 weeks. Seorang anak yang semoga Allah mampukan untuk mendidiknya, mengenalkannya pada Rabbnya.

Aliran rasa ini adalah penutup dari seluruh kegiatan selama kurang lebih setahun belajar di kelas Bunda Sayang. Ada semangat untuk segera menerapkan kegiatan-kegiatan kemarin pada anak-anak. Ada rasa tak sabar untuk segera menjadi seorang "Bunda Sayang".

Quote Ustadz Fauzil Adhim


Jika yang ada di ruang batinmu adalah harapan pada kehidupan yang kekal di kampung akhirat, Insya Allah ke manapun mereka berjalan, di situlah mereka menghadapkan wajahnya kepada Allah 'Azza wa Jalla.
(Positive Parenting, Ustadz Fauzil Adhim)

Sungguh, hari ini telah saya azzamkan untuk mendidik anak-anak bukan agar mereka menggenggap dunia. Tapi saya akan perjuangkan mereka untuk mengharapkan kebaikan di kampung akhirat.

"Al waladun sholih yad'u lah", anak yang sholih yang mendoakan kedua orangtuanya. Sungguh itulah yang saya harapan.

Jangan sampai tepuk tangan dan pujian manusia yang jadi harapan, tapi mereka harus menjadi anak yang sholih yang doanya mengalir untuk orang tuanya.

Akhirnya saya tekad atau azzam tadi, saya rupakan beberapa to do list saat saya resmi jadi orang tua.

1. Senantiasa belajar mendidik anak sesuai tuntutan Allah dan RasulNya.

2. Tidak mencela siapapun dalam mendidik anak, justru mendoakan mereka.

3. Bersungguh-sungguh untuk mendidik anak sendiri, tidak memberikan pengasuhan pada siapapun, khususnya saat masa pra-sekolah.

Setidaknya akan terus bertambah seiring ilmu dan pengalaman belajar.

Semoga Allah senantiasa bimbing, memberi kekuatan dan kemampuan untuk melewati jalan panjang di depan. Karena hanya kepadaNya kami berserah dan hanya kepadaNya pulalah kami kembali.

#28W,
Surabaya, 24-25 September 2019
/ 24-25 Muharram 1441 H



4 comments:

  1. Semoga do'a-do'a dan harapan tersebut terkabul ya Mbak. Sayapun berharap yang sama ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiiin. Insyaallah, Allah mengijabah doa-doa kita.

      Delete
  2. Mbaaa :')

    Selamat menjadi ibuk yaaaa.

    Semoga apa yang didoakan terkabul :')

    ReplyDelete

@nabila_haqi