Mengajak Dedek Sholat Gerhana




Hari ini spesial sekali, karena si dedek tak hanya mendengar stimulus dari saya ibunya saja, tapi juga dari tausyiyah saat saya mengikuti sholat gerhana bulan. 

Pagi-pagi sebelum subuh saya dan suami bergeges menuju masjid untuk melaksanakan sholat gerhana bulan.

Setelah sholat, ustadz Sholeh mulai memberikan tausyiyah. Tentu saja saya bahagia karena hari ini adalah hari produktif dimana saya bisa mengajak dedek dalam memulai hari dengan amal sholih.

Sang Ustadz menceritakan peristiwa gerhana yang ada di zaman Rasulullah. Waktu itu Nabi Muhammad sedang berduka dengan meninggalnya putra beliau yang masih bayi, Ibrahim.

Saat terjadi gerhana, siang hari berubah menjadi gelap. Para sahabat mulai banyak yang mengatakan bahwa langitpun ikut sedih dengan kematian putra Rasul.

Rasulullah segera bergeges mengumpulkan para sahabat di masjid, seakan ada sesuatu yang penting untuk disampaikan pada para sahabat. Ada ketakutan yang terlihat dari wajah Rasulullah. 

Setelah melaksanakan sholat gerhana dengan dua rakaat dan rukuk serta iktidal 4 kali, Rasul mulai naik mimbar dan mulai memberi tausyiyah.

Beberapa poin yang disampaikan Rasul adalah sebagai berikut.

1. Gerhana bulan ini adalah salah satu tanda dari kebesaran Allah, bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, sebagaimana yang disangkakan oleh para sahabat.

2. Gerhana akan banyak terjadi saat mendekati hari akhir. Artinya bahwa gerhana ini juga merupakan tanda akhir zaman.

Di tengah-tengah Rasul berceramah, ada seorang yang bertanya, "Kapan hari kiamat itu, ya Rasul?" Rasul diam hingga ceramahnya selesai, beliau bertanya pada orang yang tadi bertanya,

"Apa yang sudah kau persiapkan untuk menghadapinya?"
Kata orang itu, "tidak ada ya Rasul, hanya aku mencintaimu Allah dan RasulNya."

Lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya engkau akan bersama orang yang kau cintai." 

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi