Kisah Diambilnya Anak, Umroh, dan Segala Hadiah dari Allah



Percayalah, bahwa takdir Allah selalu indah bagi orang-orang yang bertakwa. Tugas kita hanya taat dan terus istiqomah dalam ketaatan. Jangan pernah putus asa untuk terus berdoa dan terus berprasangka baik pada Allah. 

Jauh sebelum menulis banyak tentang Memori Umroh 2019, izinkan saya berbagi tentang hikmah yang saya alami di tahun 2018. 

Saat saya mendapatkan kebahagiaan dengan amanah yang dititipkan Allah di rahim saya. Semoga sekelumit hikmah yang akan saya bagi menjadi penyemangat bagi calon-calon ibu lain yang masih berjuang untuk menjadi seorang ibu. Karena saya yakin saya tidak sendiri. 

Kembalinya Anak yang Dinanti pada Allah


Masih terlukis dalam blog ini beberapa kisah bahagia di awal-awal kehamilan. Betapa 3 tahun ternyata waktu yang Allah berikan hingga akhirnya merasakan menjadi calon ibu. 

Tapi takdir menggaris tintanya. 


Qadarullah wama sya'a fa'ala ~ Allah telah menakdirkan segala sesuatu, dan Dia berbuat menurut apa yg Dia kehendaki. (HR. Muslim)

3 bulan adalah waktu Allah menitipkan bahagia itu. Ujian terberat dalam garis kehidupan terjadi. 

Tapi sungguh benar kata Rasulullah, 


Sungguh indah urusan kaum muslimin, saat ditimpa musibah ia bersabar. Saat bahagia ia bersyukur. 


Memang butuh waktu berhati-hari untuk bisa move on. Teringang segala dosa, sesal, kesedihan. Sungguh jika bukan karena rahmat Allah, pasti saya sudah menyerah. Menyerah untuk terus berprasangka baik pada Allah. 

Alhamdulillah Allah menghadirkan suami yang sangat sabar untuk menjadi support system terbesar. 

Saya hanya bisa beristighfar dan melantunkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Doa yang juga dilantunkan oleh Ummu Salamah saat ia kehilangan anaknya. 

إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي ، وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Dari Ummu Salamah sesungguhnya telah berkata telah 
mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: 


"Setiap orang Islam yang ditimpa musibah lalu dia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah yaitu," Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan 
sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah"

Ya Allah! Berikanlah aku pahala kerana 
musibah yang kuderitai dan gantikan yang lebih baik 

Niscaya Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik" 



Senantiasa Berprasangka Baik Pada Allah


Umar bin Khattab pernah berkata,

Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.

Sebagai manusia biasa kita terkadang bersedih mengapa doa juga belum dikabulkan oleh Allah. Apalagi bilangan tahun terus bertambah dengan garis 2 yang masih juga belum muncul. Bilangan tahun yang selalu membuat kita khawatir akan masa depan.

Yakinlah, Allah Maha Adil. Segala beban menjadi ringan saat kita senantiasa berprasangka baik pada Allah. Ada sederet alasan untuk kita terus berprasangka baik pada Allah. Takdir Allah pasti tergaris indah jika kita terus memupuk prasangka yang baik pada Allah.

Pertolongan Allah akan datang. Sabar sebentar saja, maka doa akan dikabulkan dengan segala keberkahan di dalamnya.

Ada dosa yang masih akan hapus. Ada bintik-bintik kejahiliyahan yang ingin Allah bersihkan dari hati kita. Ada yang masa depan yang sangat indah sebentar lagi. Yakin dan yakin bahwa pertolongan Allah datang dengan tidak disangka-sangka.

Berdoalah, Pasti Allah Kabulkan


Saya masih ingat ada dua doa yang senantiasa terulang-ulang, namun belum Allah kabulkan. Doa mendapat keturunan dan doa untuk dipanggil ke baitullah.

Allah mengabulkan doa pertama di tahun 2018, dan doa kedua di tahun 2019.

Dari musibah di tahun 2018, saya belajar bahwa saat Allah menitipkan bahagia, maka kita harus menjaganya dengan menambah syukur.

Akhirnya saat panggilan umroh sudah mendekati hari H. Saya berusaha terus dan terus bersyukur dengan ibadah dan amal sholih.

Akhirnya mimpi yang mungkin mustahil itu akhirnya menjadi nyata. 

Seorang perempuan biasa yang hanya sebagai guru SD dengan gaji jauh dibawah UMK. Dengan pasangan yang hanya sebagai pegawai honorer biasa. 

Tapi Allah mampukan apa yang mustahil bagi manusia.

Umroh dan Segala Hadiah 



Akhirnya pada tanggal 25 Rajab 1440 H atau 2 Maret 2019 kemarin Allah izinkan saya menjejak tanah termulia di muka bumi. Tempat manusia termulia lahir dan satu-satunya tempat yang Allah sebut sebagai tanah haram atau Baitullah.

Semoga menjadi hikmah bagi kita untuk senantiasa bersabar dan istiqomah pada ketaatan. Meski Allah mungkin belum mengabulkan doa, teruslah berprasangka baik padaNya. Terus dan terus. Karena suatu hari kita akan dapati bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Mendengar Doa.


4 comments:

  1. Masya Allah mbak saya terharu :') saya jadi inget nasehat saudara saya, kalau berdoa memang harus matre sama Allah.. tapi lidah saya terlalu kelu untuk meminta lebih, mengingat dosa2 lalu hanya isak tangis saja yg keluar. Barakallah mbak, semoga Allah segera titipkan malaikat kecil pelita keluarga bagi mbak dan suami :) aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiiin Ya Rabb.. Makasih banyak ya Mbak Anggi.. Iya sih, Mbak bener, tidak perlu juga terlalu minta dengan sangat detail.. Lebih baik banyak bertaubat, Insyaallah Allah tahu kebutuhan kita.

      Delete
  2. Aku mewek baca postingan ini. Semangaaattt dan ikhlas selalu ya sista. :D

    ReplyDelete

@nabila_haqi