Cara agar dapat Menerima dan Mengimani Takdir



Kali ini saya tidak akan membahas hal-hal seputar traveling atau review, tapi saya akan berbagi sedikit mood-booster yang selalu saya pikirkan kapanpun saat merasa lelah dan ingin putus asa.



Pasrah bukan berarti menyerah. Bukan! Ia adalah titik terindah dari segala perjuangan kita. Berjuang memeluk mimpi dan harapan. Berjuang untuk mengakhiri apa yang sudah kita mulai. Berjuang untuk bangkit dari kesedihan. Berjuang untuk mendapatkan pertolongan Allah.

Ya, terus berjuang.

Pasrah itu bukan pasrah pada keadaan. Tapi pasrah pada Sang Pemilik Manusia.

Memasrahkan segalanya pada Allah itulah yang namanya tawakal. Tawakkal: Kata terindah yang pernah ada pada kamus kehidupan kita.
Tawakal itu ikhlas, rela, dan ridho atas semua ketetapan dari Allah. Menikmati takdir Allah dengan bahagia.

Kita memang tak bisa memastikan akankah bisa berjuang hingga akhir. Tapi kita bisa memastikan bahwa kita akan terus berjuang untuk tiap doa yang kita panjatkan. 

Berjuang untuk melakukan ikhtiar sebagai bagian dari sunnatullah. Tentu saja dengan tetap yakin bahwa semua ketetapan Allah itu baik. Baik. Yakin tanpa pernah ragu sedikipun.

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS. At-Talaq: 3)


Nabila Cahya Haqi
www.nabilahaqi.com


Comments