Tantangan Literasi #6 Mereguk Lapis-Lapis Keberkahan

Sumber: kharriezmha02.blogspot.com


Bahagia adalah kata paling menyihir dalam hidup manusia. Jiwa merindunya, akal mengharapinya, raga mengejarnya. Tapi kebahagiaan adalah tega yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap.

Hari ini saya belajar tentang makna bahagia. Kebahagiaan bagi seorang Muslim ternyata ada saat terselip keberkahan.

Seperti biasa dalam bukunya Salim Ustadz Salim Salim a fillah berhasil menyulap perjalanan Rasulullah dan tokoh-tokoh Muslim Muslim menjadi karya yang enak karya yang sejuk untuk dibaca karya yang mengasyikkan untuk direnungi.

Tulisan kali ini saya akan mereview salah satu diantara buku-buku best seller Ustadz Salim A. Fillah, Lapis-Lapis keberkahan.

Buku yang diterbitkan oleh Pro U Media, seperti buku-buku Ustadz Salim lainnya diterbitkan di Yogyakarta pada tahun 2014 pada perkataan prolognya Ustadz Salim a fillah menceritakan seseorang sesosok makhluk yang sempurna manusia yang terbaik sepanjang zaman yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Wasallam saat itu Rasul ditanya oleh Aisyah Ya Rasulullah pernahkah kau alami hari yang lebih berat daripada ketika di uhud maka Sang Rasul menjawab aku mendatangi para pemimpin thoif seorang diantara mereka berkata tirai Ka'bah tersobek jika sampai Allah mengutus seorang rasul yang lainnya berucap Apakah Tuhanmu tak punya orang lain untuk diutus dan yang terakhir berucap Aku tak mau bicara denganmu jika kau benar-benar Rasul Aku khawatir mendustakanmu jika kau bukan Rasul Maka Tak layak bagiku bicara dengan seorang pendusta.

Kisah ditutup dengan pertanyaan malaikat Ya Rasulullah perintahkanlah maka aku akan membalikkan gunung akhir ini agar menimpa dan menghancurkan mereka yang telah ingkar mendustakan menista mengusir dan menyakitimu tapi jawab Rasulullah tidak sungguh aku ingin agar diriku diutus sebagai pembawa Rahmat bukan penyebab azab Masya Allah sungguh benar-benar mulia mulia benar-benar mulia mulia akhlak Rasulullah.

Dari kisah pertama ini kita belajar tentang Lapis lapis keberkahan.

Seperti buku-buku Ustadz Salim lainnya kitab ini ada kita berisi kumpulan kisah-kisah sirah berisi kumpulan kisah-kisah sirah para pendahulu terbaik dalam zaman ini dalam zaman Rasulullah yaitu kisah rasul dan para sahabat juga para orang-orang Shalih terdahulu terdiri dari banyak sekali bagian-bagian pada bagian 1 yang berjudul berisi iris asas makna bagian kedua bertumpuk-tumpuk bahan karya bahan ketiga bersusun-susun rasa surga.

Bagian Pertama: Beriris-Iris Makna
Bagian pertama kita disajikan sebuah kisah tentang keberkahan lahirnya seorang yang sangat diberkahi bernama Muhammad bin Abdullah sang penulis menceritakan budaya persusuan orang-orang Quraisy saat masih bayi wanita-wanita saat masih bayi Rasulullah disusukan oleh ibu susuan yang bernama Halimah Halimah dan keluarganya bukanlah orang yang kaya raya. Saat mereka mencari anak susuan Tak ada satupun penduduk Mekah penduduk Mekah yang menyusukan anaknya padanya karena melihat keadaan Halimah yang lemah dan memprihatinkan Adapun cucu Abdul Muthalib yaitu Muhammad bin Abdullah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat bayi setiap wanita yang diperlihatkan pada wanita-wanita yang akan menjadi Ibu susu enggan untuk mengasuhnya karena bayi ini adalah bayi yatim akhirnya dengan terpaksa Bunda Halimah mengambil bayi Muhammad tapi sungguh ajaib ketika Halimah mengambil bayi yang dilahirkan oleh Aminah sang ibunda terasa dia merasa ada yang berubah pada dirinya semua Dia berjalan sempoyongan karena lelah dan lapar tapi begitu baik itu terpeluk kedua tangannya dan ia ia dekat ke dada nya dia merasa segar dan bertenaga tidak hanya itu saat kambing susunya pun sangat penuh ia memerahnya untuk diminum Bersama sang suami hingga puas dan kenyang dan kemudian suami Halimah berkata demi allah ketahuilah Way Halim engkau telah mengambil seorang bayi yang penuh dengan berkah.

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi