Tantangan Literasi #9 Menggali ke Puncak Hati




Buku ini sebenarnya adalah buku lama atau telah diterbitkan tahun 2004_2005 oleh Pro-U Media. Diterbitkan dengan judul yang berbeda, yakni "Gue Never Die".

Selain itu buku cetakan lama  juga masih menggunakan gaya penulisan Ustadz Salim a fillah yang saat itu  masih khas anak muda. Dari judulnya saja terlihat menggunakan kata "Gue".

Kata beliau di kata pembuka, buku ini sudah lama tidak dicetak ulang karena sudah tidak sesuai dengan gaya penulisan beliau saat ini.


Sebagaimana kita tahu bahwa tulisan-tulisan Ustadz Salim 3-4 tahun belakangan menjadi lebih puitis lebih sastra.

Tapi isi dari buku ini masih sama seperti dulu, saat berjudul Gue Never Die.

"Biarlah ia menjadi rekam jejak tingkat pemahaman penulisnya yang memang terus berubah bertumbuh dan bertambah seiring waktu.

Kata beliau.

Mengintip Isi Buku


Buku ini berkisah atau berisi ilmu-ilmu tentang tazkiyatun nafs misalnya tentang kalimat-kalimat Tauhid yang menjadi keajaiban pemusnah Bengkulu pada bab pertama yaitu berjudul menjemput keajaiban 2 kalimat itu adalah kebodohan diri hawa nafsu pribadi Bisikan Setan kesombongan intelektual tradisi nenek moyang perilaku mayoritas manusia pers yang semiotik pengaruh propaganda penguasa idola yang menyesatkan kehidupan orang kafir materi dan apa yang tampak.

Sebenarnya buku ini sangat cocok jika saya katakan sebagai buku rangkuman tentang kitab kitab Tauhid kitab kitab Tauhid para ulama yang mungkin biasanya lebih tebal bahasanya lebih formal lebih kaku buat anak-anak muda susah mungkin untuk dipahami nah salip Salim meramunya menjadi kalimat-kalimat yang asik untuk dibaca terutama untuk anak-anak muda.

Dari buku ini kita belajar pentingnya memiliki pemahaman tauhid yang benar Mengapa karena jika kita tidak mengilmui nya jika kita tidak mengilmui tauhid inilah ilaha illallah maka ketahui dan kita bisa rusak Iman keislaman kita bisa rusak dan tidak diterima oleh Allah naudzubillahi Min dzalik.

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi