Produktif Literasi day #5 Menyelami Kisah Wanita Shalihah Paling Menggetarkan


Pekan produktif literasi hari ini saya akan mereview sebuah buku berjudul "70 Golden Stories of Muslimah, Kisah-kisah Wanita Shalihah Paling Menggetarkan Hati." 

Buku ini saya beli sekitar bulan yang lalu di Gramedia karangan seorang bernama Nur K.

Seperti kita tahu bahwasanya sejarah Islam ditorehkan oleh banyak tinta emas para shahabiyah dan keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Alaihi Wasallam.

Wanita-wanita ini telah dijamin surga oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh karenanya sudah saatnya  kita meneladani kehidupan para wanita itu.

Seperti kehidupan seorang istri Fir'aun. Kerasnya kehidupan tidak menghalanginya untuk menjadi wanita shalihah teladan umat. Ia tetap mempertahankan tauhidnya meskipun disiksa hingga kehilangan nyawanya. Penyiksaan yang dilakukan oleh suaminya yaitu Fir'aun.

Selain itu ada juga Khaulah binti Al-Azwar yang dengan gagah berani melawan tentara Romawi.
Ada pula seorang bernama Rabiah Al Adawiyah yang menyelami kenikmatan ibadah pada RabbNya.

Ada 70 kisah wanita luar biasa yang ada di buku ini. Ada istri-istri Rasulullah, anak-anak belia
Kisah pertama menggamba kehidupan indah seorang istri bernama Khadijah binti khuwailid, kedua ada istri Rasulullah Aisyah binti Abu Bakar.

Kisah ketiga ialah seorang tawanan perang yang akhirnya dinikahi Rasulullah yaitu Juwairiyah binti Al Haris.

Selanjutnya kisah ke empat ialah wanita penghuni surga yakni Fatimah binti Rasulullah, seorang putri yang sangat dicintai oleh sang ayahanda.

Mau membaca buku ini? Insya allah ada di Gramedia. Bisa juga berkunjung ke rumah saya, hubungi sosial media saya atau email di islami.bela@gmail.com.
Let's read and read a lot! Because we will shine to be what we read.

Judul buku: 70 Golden stories of muslimah
Penulis: Nur K.
Penerbit: Semesta Hikmah Publishing
Cetakan pertama: tahun 2019

Pixabay


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

4 comments:

  1. Maksudnya kalau berkunjung ke rumah Mbak Nabila, mau dikasih bukunya? Apa mau disuruh beli bukunya? ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua-duanya juga boleh... Hihihi.. Aku hapus deh kalimat ambigunya, hehe..

      Delete
  2. Kalau boleh dibilang feminist shalihah.

    ReplyDelete

@nabila_haqi