Traveling: Saat Hobi berubah Jadi Pendapatan



..Maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.

(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 10)

Menjelajah bumi Allah adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Kita bisa menjejak tempat yang belum pernah kita datangi. Bertemu teman baru, pengalaman baru dan suasana yang baru.

Apalagi jika kita tak hanya sekedar jalan-jalan, namun ada yang mengganti biaya perjalanannya. Tentu menyenangkan, bukan?


Baca: 5 Keseruan Ngeblog



Alhamdulillah tahun ini Allah memberi kesempatan untuk itu. Terbang menuju bumi yang lain untuk mendapatkan sesuatu yang baru.

Traveling Bermula

Hobi sejak kecil

Saya lahir dari keluarga yang memang hobi traveling. Keluarga pernah cerita, saat saya masih bayi, diajak pergi ke sebuah pantai di Bali. Keluarga sudah bersiap untuk pulang karena hari sudah mulai petang. Eh, saya malah menolak untuk pulang 😂. Belum lagi cerita tentang diajak bepergian keluar provinsi meski masih baru berusia beberapa pekan.

Setelah menikah hobi itu semakin tersalurkan. Entah karena suami memang hobi jalan-jalan atau hanya karena ingin membahagiakan istrinya. Yang jelas, saya bersyukur punya suami yang selalu mendukung  istrinya.

Terima kasih, suamiku


Sesekali Boleh, Tiap Waktu Jangan


Seiring berjalannya waktu saya mulai menyadari, bahwa jika berlebihan, hobi ini bisa jadi sia-sia belaka.

Berkorban uang, tenaga, bahkan emosi,  untuk kesenangan sesaat. Belum lagi jika di sana kesempatan beribadah justru berkurang. Berarti ada sesuatu yang tidak berkah dalam perjalanan kami.

"Berkah itu adalah sesuatu yang mendekatkan kita pada Allah." Kata Ustadz yang masih terngiang di telinga.

Akhirnya saya merubah pola traveling kami (saya dan suami).

Pertama, sebisa mungkin tidak hanya membahagiakan diri sendiri. Artinya tidak hanya berdua namun mengajak keluarga yang lain. Kami paling sering mengajak keponakan. Alhamdulillah, kebahagiaan akan bertambah dengan membahagiakan orang lain.



Kedua, jalan-jalan kalo ada yang bayarin, hehe. 

Emang bisa? Hehe. Bisa dong! Caranya? Traveling saat ada sponsor. Misal permintaan review suatu tempat, diundang hotel untuk staycation atau pergi setelah mendapat fee dari ngeblog.



Kuncinya? Konsisten menulis! Kita harus mampu menulis rutin minimal satu pekan sehari dalam setahun. Setelah viewer blog kita meningkat, sponsor akan banyak berdatangan. Tips lain akan saya bagi di post lainnya, Insya Allah.

Itulah kenapa, saya paling bahagia saat menulis tema traveling.

Kebahagiaan pertama: mengedit foto-foto hasil perjalanan. 


Apalagi sekarang banyak aplikasi kece untuk mengedit gambar dan poster. Dua aplikasi favorit adalah Canva dan PicsArt. Canva untuk membuat visualisasi atau banner di blog. Sedang PicsArt dipakai untuk mengedit gambar, tagline mereka adalah: make your picture awesome!

Hasil editan PicsArt (doa di tengah rintik) 


Kebahagiaan kedua: menggambar ulang kebahagiaan saat traveling.


Saat menceritakan kembali kenangan saat di luar negeri misalnya, rasanya sungguh seperti mimpi. Sebuah kesempatan yang hanya beberapa hari itu seolah terulang kembali dengan menuliskannya.

Menerbangkan mimpi lewat tulisan


Kebahagiaan ketiga: Saat orang lain mendapatkan manfaat dari tulisan kita.
"Wah, makasih ya infonya."
"Tempatnya bisa jadi referensi liburan keluarga tahun depan nih."
"Makasih tipsnya!"
Komentar dan kata-kata dari teman itu bikin hati bahagia.

Kini saatnya teman-teman mencoba. Menulis satu tema favorit di blog dan mengubahnya menjadi salah satu sumber bahagia kita. Siap?



2 comments:

  1. Keren mbak ceritanya, Inspiratif sekali. Aku jg suka travelling tp g terlaksana 😆... Mau tanya dong, cara mendapatkan hasil dari blog gimana caranya?

    ReplyDelete
  2. Enak ya kalo jalan2 bareng sama pasangan hehehe. Jadi tenang hehehe

    ReplyDelete

@nabila_haqi