Tantangan Kemandirian Hari ke-5

Apa yang harus dilakukan saat tetiba galau? Tidur? Biasanya saat melampiaskan galau dengan tidur, masalah yang ada ternyata malah membuat pikiran lebih kacau lagi ketika bangun.

Ya, seperti di tantangan hari ke-5. Galau bikin tidak produktif. Hari-hari jadi tak lagi indah untuk dinikmati. Padahal besok adalah weekend, waktu yang selalu dinanti.

Masalahnya? Entah tetiba syok mendengar ada saudara yang akan datang, seperti biasa menginap. Rupanya masalahnya adalah saya yang belum siap untuk bertemu mereka, yang tentunya akan bertanya ini itu. Membuka luka lama. 


Baca: Kisah tentang Musibah Keguguran


Meski bukan masuk pada tantangan komunikasi produktif, boleh lah saya cerita sedikit.

Nasihat suami indah sekali, biarlah saya abadikan di sini.

"Ini hanya ujian di dunia, tidak kekal, jadi harus bisa sabar. Jika tidak sabar, keadaan akan sama saja seperti ini, kan? Rugi kita, dunia sudah sengsara di akhirat juga! 

Kalau kita sabar, insyaAllah akan diganti di akhirat. Kehidupan di dunia hanya sementara, sayang. Akhirat yang kekal."

Masya Allah, tak terbendung lagi air mata itu.

Akhirnya suami izin meninggalkan saya untuk bersih-bersih rumah, malu kan jika tamu datang dan rumah berantakan.

Karena dari awal saya bilang sudah ikhlas, akhirnya galaupun saya tinggalkan. Saya bangun dari tempat tidur untuk kembali produktif. 

Alhasil, saya berhasil bersih-bersih, ngepel, dan makan malam sehat. 

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya yang sempat galau dan tidak yakin padaNya. 



Pelajaran hari ini: optimis berbanding lurus dengan produktif


Nb:
Tulisan ini adalah satu dari 10 episode tantangan 10 hari melatih kemandirian. Program ini adalah untuk menyelesaikan tugas di Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 4.

#Harike5
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi