Tantangan Hari ke-2: Jangan Mudah Berprasangka

Memasuki hari kedua tantangan melakukan komunikasi produktif dengan anggota keluarga. 

Lagi-lagi saya harus belajar bersabar. Apalagi dengan sifat saya yang mudah baper dan tersinggung. Alhamdulillah, saya diberi suami yang sabar dan mau membimbing saya untuk lebih menjadi pribadi yang 'legowo'.

Misalnya malam ini.

Pillow talk 


Saya tinggal bersama ibu mertua dan kakak ipar yang memiliki 3 anak.  Lampu dapur seperti biasa sudah saya matikan saat hendak tidur.

Tapi setelah ke ruang tengah, saya dapati lampu dalam keadaan menyala. Padahal biasanya jika lupa mematikan, ibu mertua akan langsung menegur.

"Anak-anak (ponakan, anak kakak ipar) gak matikan lampu. Nanti aku yang dimarahi ibu!! Huhhh!!!" Keluhku pada suami.

"Kapan sih ibu marah? Mesti su'udzon kamu ini..."

Begitulah, akhirnya saya mulai sedikit legowo. Yasudah.



Begitulah sekelumit kisah komunikasi saya dengan suami malam ini. Semoga esok lebih baik lagi.

No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi