Pelajaran dari Suami: Silaturahim itu Prioritas





Hari ahad lalu keluarga besar suami berniat untuk mengunjungi saudara di Pasuruan. Sehari sebelumnya saya masih gamang antara ikut dan tidak.

Persoalannya usia kehamilan yang masih trisemester pertama yang kata dokter masih rawan keguguran.

"Gimana dong mas? Mas Fulan kan biasanya nyetirnya cepat, jadi kalo geronjalan terasa keras..." Mas Fulan ini adalah kakak suami yang biasanya menyopir saat keluarga bepergian.

Saya lupa apa jawaban pasti suami saya, yang jelas suami mengiyakan.

Tapi masih gamang, karena tentu saja hal ini masih bisa didiskusikan.

Persoalan lain, saya ingin jalan berdua dengan suami.

"Tapi alasannya nanti?" Tanya suami yang tentu harus memberi penjelasan jika tidak ikut.

"Ada pengajian bagus ahad besok. Bilang aja kita pengajian."

"Rasanya ndak enak kalo alasannya pengajian, masa lebih mementingkan kajian daripada keluarga."

Saya terdiam. Ah.. benar juga kata suami. Lagi-lagi aku belajar dari beliau. Bahwa waktu bersama keluarga besar harus diprioritaskan. Apalagi tiap pekan saya dan suami sudah ikut kajian rutin.

Demikian hikmah dari komunikasi bersama suami hari ini. Semoga esok saya bisa memetik hikmah-hikmah lain. Aamiiiin.


#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional



No comments:

Post a Comment

@nabila_haqi