4 Hal Menarik di Malaysia

Life is like a battlefield. Only those with strongest shield can survive and excel. 

Aiman Azlan and Ameen Misran in their duo book.

Perjalanan bermula dari cinta. Cinta yang mengikatkan hati kita. Cinta yang membuat kita rela berjuang dan bahkan berkorban.

Cinta itu hadir diantara hati-hati yang terikat karena ukhuwah.

Allah yang mempertemukan, Allah pula yang mengikatkan cintanya.

Ada banyak nama yang Allah ikatan cinta itu. Ada nama suami, nama umi-abi, nama keluarga, dan nama sahabat-sahabat yang Allah sebar di berbagai belahan bumi.

Salah satu nama sahabat itu berada nun jauh disana adalah Sister Sandy, warga Malaysia yang sudah seperti kakak saya.

Pertemuan kami di Malaysia cukup sederhana. Bertemu di salah satu grup yang dibuat oleh blogger sekaligus vlogger.

Malaysia: Butuh perjuangan untuk sampai kesini


Dari sinilah saya belajar berbagai hal menarik di Malaysia. Tempat yang meski baru sekali saya datangi, ternyata sudah cukup untuk membuat saya merindukan tempat ini. Rasanya ingin kembali lagi dan lagi.

Berikut 4 alasan Malaysia yang menjadikan negara ini satu diantara negara yang wajib didatangi (setelah tentu saja Baitullah).

1. Budaya masyarakat gotong royong 


Malaysia memang masih satu rumpun dengan Indonesia, sama-sama maroyitas Muslim dan sebagian besar orang Melayu.

Saat tiba di Bandara, Sister Sandy menjemput saya beserta suami dan 2 balitanya. Saya sungguh tak percaya atas kebaikan beliau ini.

Padahal dari rumah ke Bandara butuh waktu kurang lebih 2-3 jam. Belum lagi salah satu balitanya muntah-muntah sewaktu di perjalanan.

Ada perasaan bersalah telah merepotkannya. Ada perasaan bahagia bisa bertemu sahabat Malaysia yang sungguh seperti kakak saya sendiri.

Apalagi Beliau mengantarkan kami hingga sampai di guest house.

Dari kanan: suami saya, saya, Sister Sandy dan suaminya


Inilah budaya Malaysia yang membuat saya serasa pulang ke rumah sendiri (baca: Indonesia).

To be truth, saya ingin kesana lagi dan lagi. Bahkan bermimpi suatu hari iCan Course bisa punya cabang disana. Ya Rabb.. mudahkan.

2. Dakwah dan Suasana Keislaman yang Damai dan Menyenangkan


Setidaknya hal itulah yang saya rasakan ketika mengunjungi beberapa masjid disana.

Dakwah Islam masih terjaga dengan indah, mirip dengan Indonesia. Bahkan beberapa masjid yang kami kunjungi mengadakan kajian rutin yang ramai diikuti oleh masyarakat.

Ada satu nasihat Ustadz di Masjid Jame' Sultan Abdul Samad yang masih saya ingat.

"Sempatkanlah untuk membaca Al-Qur'an tiap hari."

Meski disampaikan dalam Bahasa Melayu yang kadang tak saya pahami,

Jleb dan bikin nangis. Ya Allah..

Di depan Masjid Sultan Abdul Samad


3. Tempat wisata yang menarik


Lagi-lagi saya hanya bisa membandingkan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia. Ketiga negara sama-sama memiliki daya tarik wisatawan yang hebat. Bedanya wisata di Malaysia masih lekat dengan suasana alam yang terjaga indah.

Berbeda dengan Singapura yang telah menerapkan konsep modernisasi dimana-mana, jadi terkesan lebih banyak konsep buatan.

Ikon utama di KL: Abdul Samad Building


4. Bahasa Inggris sudah lazim digunakan sehari-hari


Inilah yang membuat saya berkunjung ke Malaysia. Dimana lagi saya bisa praktek Bahasa Inggris jika tidak disini. Sebab Malaysia dan Singapura-lah negara yang termudah untuk dijangkau. Jika kita keluar Asia Tenggara, kan sungguh ribet untuk pengurusan visa, dll-nya.

Saat saya berinteraksi dengan masyarakat, saya mendapati Malaysia adalah negara dengan berbagai ras dan "bangsa".

Bahkan saat berkomunikasi dengan pemilik guest house yang berwajah "barat", dia justru membernarkan pronunciation saya.

"What's your name?" Tanyanya saat kami check in.

"Agus." we said

"What is Eges?" Tanyanya yang membuat saya dan suami ngakak.

"Hm.. it is one of the MONTH." Kata saya sambil menahan tawa.

Oh.. ternyata dia malah bingung!!! "Itu nama apa to ya ya.." batin dia mungkin.

Hehehehe.

"Man! Not Mon!" Kata dia dengan logat medok ala British membenarkan pronunciation saya, hehe.

Intinya, suka duka di negeri orang ini membuat hidup saya sungguh berwarna.. dan Insya Allah next time saya akan membagikan negara-negara lain yang Allah izinkan untuk kami jejaki.

Semoga Allah selalu memberkahi tiap perjalanan kita.

Rabbi hablii minassholihiin.





*Tulisan ini adalah salah satu episode perjalanan di Malaysia

2 comments:

  1. Seru ya mbak meskipun di malaysia orang melayu tapi d sana orang orang biasa pake bahasa inggris hehe

    ReplyDelete
  2. kadang di Indo kalau ngomong bahasa inggris dibilang ngesok atau sok pinter, disitu kadang saya merasa sedih

    ReplyDelete

@nabila_haqi