Dear, Butuh Waktu Berapa Tahun Lagi?



Ruangan sudah penuh sesak. Saya mencoba mencari celah untuk bisa sekedar duduk dan melihat ke layar.

"Disini tak apa, itu masih banyak yang mau masuk ruangan ndak bisa." Kata teman SMA saya. Alhamdulillah Allah perkenankan untuk bersua lagi ditempat yang indah ini.

Ya, kami bersyukur masih dapat tempat duduk. Meski berada tepat dibawah layar proyektor. Jika memaksa melihat layar, mata akan sakit, yasudah banyak menunduk saja, untuk menulis."

Kalimat demi kalimat berusaha saya tuliskan. Hingga akhirnya sampailah pada sebuah kata,

"Butuh waktu berapa tahun lagi Anda untuk menghafalkan Al-Qur'an?" kalimat itu begitu menusuk dan menghujam ke ulu hati. Kalimat yang diucapkan seseorang yang ada di layar proyektor itu. Ya Rabb..

Tabligh Akbar Ust. Adi Hidayat


Hari itu, 10 November 2017 Ustadz Adi Hidayat berkunjung ke Surabaya. Satu-satunya kajian yang dikunjungi di Surabaya adalah Masjid Al-Irsyad. Jaraknya hanya sekitar 10 km dari rumah atau sekitar 15 menit jika naik motor.

Jamaah membludak. Jalanan sekitar Masjid Al-Irsyad macet. Bahkan sayapun kesulitan mau masuk masjid.

Setelah sholat Maghrib disana, tak lama Ustadz Adi memulai ceramahnya.

Mengangkat tema tentang Pahlawan membuat ceramah beliau berapi-api. Diawali dengan menjelaskan arti pahlawan dalam KBBI yang salah satu artinya adalah pemberani. Jadi cukup jadi pemberani untuk jadi pahlawan, menurut KBBI.

Lalu beliau menjelaskan semua hal, termasuk makna pahlawan yang harus disandarkan pada Islam, pada syariat. Benar, Islam mengatur semua urusan kehidupan, termasuk apa itu arti seorang pahlawan.

Dalam Hadits riwayat al-Bukhari, Abu Musa Al-Asyari menyampaikan: suatu kali Rasul pernah ditanya tentang seorang lelaki,
1. dia berjuang dengan penuh keberanian,
2. dia berjuang untuk menyampaikan nasionalismenya,
3. dia ingin dilihat perjuangannya, mana ya Rasul,

Yang termasuk dalam fii Sabilillah? Tanya orang itu.

Jawab Rasulullah, "siapa yang berjuang untuk menegakkan kalimat Allah, itulah yg disebut fisabilillah."

Hingga sampailah pembahasan pada perjuangan dalam jihad. Terdapat 3 perjuangan kepahlawanan yang disebut dalam Al-Qur'an:

1. Jihad fisabilillah dengan fisik
2. Menuntut Ilmu
3. Berjihad dengan harta

Saat menjelaskan poin kedua, Ustadz Adi berkisah tentang anak-anak di Palestina, saat mereka ditanyai,

"Siapa yang mau jadi presiden?" Tak ada satupun yang mengangkat tangannya. Pertanyaan dilanjutkan.

"Siapa mau jadi pemain sepak bola?" Hanya ada yang mengangkat tangan beberapa, dengan malu-malu.

"Siapa yang mau jadi dokter?" beberapa menjawab dengan angkat tangan. Namun pertanyaan terakhir membuat semua yang melihat haru.

"Siapa yang mau menjadi syuhada' (syahid di jalan Allah)?"

"Tidak ada satupun yang mengangkat tangan!" Kata Ustadz Adi terpotong.

"Tapi semuanya berdiri!!!" Kata Ustadz Adi. Ya, mereka semua berdiri sambil berkata masing-masing, "aku ingin menyusul ayah" ada yang mengatakan paman, dll.

Ah, malu diri ini.

Mereka inilah yang membuat kita malu. Mereka menghafalkan Al-Qur'an tiap hari, tak hanya menghafal, tapi juga belajar. Mereka faham betul keutamaan menjadi seorang syuhada.

Bahkan kata Allah golongan ini tidaklah mati, mereka hidup dengan kenikmatan dari Allah, yang jika seandainya mereka bisa berkata pada saudaranya yang masih hidup, mereka akan berkata, "Ayo susul aku, cepat! Disini lebih enak daripada di dunia!"

Bumi Palestina ini melahirkan banyak penghafal Al-Qur'an, bahkan negara dengan jumlah penghafal Al-Qur'an terbanyak adalah Palestina, kata Ustadz Adi.

Lalu beliau berkata dengan suara lantang,

"Lalu bagaimana dengan Anda, yang sudah hidup belasan dan puluhan tahun. Butuh berapa lagi waktu Allah beri untuk Anda menghafalkan Al-Qur'an"

Saya tak mampu menjawabnya. Malu, Ya Rabb. Sungguh terlalu banyak waktu yang sia-sia selama 21 tahun ini.

Mereka para pahlawan di Surabaya ini berjuang agar ada tempat yang nyaman untuk kaum muslimin sholat. Kini, masjid tersebar dimana-mana, tapi memenuhi panggilan adzan saja masih susah. MasyaAllah.

Hari ini, setelah berlalu hari pahlawan, saya mencoba berkata pada diri sendiri,

"Dear, butuh berapa waktu lagi untuk menghafalkan Al-Qur'an?"

Lalu aku akan berbisik,

"Tidak lama wahai diri!

Tidak lama lagi keberadaanmu di dunia ini. Jangan terus menerus lalai! Sudah cukup. Sudah waktunya untuk berubah!"

Share:

2 comments:

  1. Maa syaa Allaah banget ya mbak, reaksi anak2 kecil di palestina itu jadi tamparan keras buat kita, ya masih butuh berapa lama lagi untuk bisa menghapal Al-Qur'an sementara kian waktu jatah umur hidup kita di dunia ini makin terkikis :'(

    ReplyDelete