“Indonesia Merdeka Diare”, Mungkinkah?



Waktu saya SMA,  jalan menuju sekolah selalu melewati kali jagir.  Bagi orang Surabaya, tentu sudah faham pemandangan apa yang ada disana. Ya,  kali jagir menjadi jamban terbesar di Surabaya.

Menjijikkan,  memang. Tapi itulah fakta yang membuat kita masih tak bisa lepas dari penyakit-penyakit yang diakibatkan karena buruknya sanitasi, diare misalnya.

Beberapa waktu yang lalu saya menjenguk salah seorang murid yang opname di Rumah Sakit karena diare.  Tak tega rasanya melihat tubuh kecilnya yang lemas tak berdaya. Andaikan si ibu melakukan penangan yang tepat,  mungkin tak perlu dirawat di rumah sakit.

Penanganan yang Tepat   


Diare ini sering sekali terjadi pada anak-anak. Saking seringnya terjadi,  diare ini seringkali dianggap biasa.  Padahal diare pada anak menyebabkan resiko yang cukup besar.  Salah satunya adalah mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tubuh anak bisa menjadi lebih pendek daripada anak lain seusianya.

Berdasarkan data dari Riskesdas 2013, 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun.

Oleh karena itu,  perlu penangan yang tepat khusunya bagi orang tua yang anaknya sedang terserang diare. Beberapa yang perlu dilakukan orang tua adalah sebagai berikut.

 1).Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil.

2). Cegah dehidrasi dengan larutan oralit.

3). Untuk anak yang masih mendapat ASI. Teruskan pemberiannya karena ASI adalah yang terbaik

4). Konsultasikan ke tenaga medis.  Ini dilakukan tentu setelah anak mendapat penanganan yang tepat di rumah,  tapi kondisi anak belum membaik.

5). Pada beberapa keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi dokter.

“Apabila anak tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima oleh anak.  ASI dan cairan rehidrasi oral (oralit) adalah yang utama selain tambahan zinc. Selain itu, asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan” ujar dr. Andy Darma, SpA(K) dalam acara Media Gathering by NUTRICIA.





Langkah Nyata Nutricia Memberantas Diare 

Melihat masalah diare yang terjadi begitu merata,  Nutricia Sarihusada Menggelar Kampanye Edukasi “Indonesia Merdeka Diare”

“Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak” kata Nabhila Chairunissa, Digestive Care Manager – Nutricia Sarihusada.

Beberapa langkah yang ditempuh oleh Nutricia adalah mengedukasi lewat video-video di youtube.  Berikut video yang penting untuk ditonton.


Video lainnya dapat ditonton disini.

"Kebersihan adalah Sebagian dari Iman" begitu pesan Rasulullah pada kita.  Oleh karenanya hidup bersih dan sanitasi yang baik harus kita upayakan agar terhindar dari berbagai penyakit,  salah satunya diare ini. Semoga dengan kesadaran yang nyata,  kita bisa ikut mengusahakan #IndonesiaMerdekaDiare

Share:

12 comments:

  1. Wow, apakah kali Jagir masih menjadi jamban raksasa?
    :(

    Sedikit catatan:
    Resiko, seharusnya risiko (serapan dari bahasa Inggris risk)

    OK,
    Semangat terus ngodop-nya.

    Sebarkan kenaikan dengan tulisan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung, Mas Fery. Terima kasih juga untuk masukannya. Insyaallah semangat ngodop.

      Delete
  2. Waw, tulisan yang bagus kak..
    Menginsipirasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iyakah.. hehe terima kasih sudah mampir ya Mbak Renee.

      Delete
  3. Replies
    1. Sama-sama, terima kasih juga sudah mampir, Mbak Nana :)

      Delete
  4. Keren mba blognya. Makasi artikel yang mantap surantap ini yaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Nurul, salam kenal.. 😆

      Delete