4 Kriteria Pakaian yang Syar'i




Meski hijab syar'i sudah jadi booming dan lazim di Indonesia, masih banyak saudari kita yang belum faham bagaimana kriteria hijab yang syar'i. Sebenarnya mereka yang berlum berhijab dengan sempurna ini adalah tugas kita untuk mendawahinya. Bukan mencela atau menjudgenya sebagai orang yang berdosa.

Eits, tapi sebenarnya pakaian yang kita gunakan ini sudah sesuai syar'i belum ya? Berikut beberapa kriteria pakaian yang syar'i sesuai yang dituntunkan oleh Islam.

1. Menutup Aurat dengan Sempurna


List pertama ini tentu kita semua sudah paham kan ya? Yakni harus menutup semua aurat dengan sempurna, yakni tidak memperlihatkan semua anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Namun, ternyata meski mayoritas Muslimah sudah tahu akan hal ini, ada satu yang biasanya terlewat, apa itu? Menutup kaki, udah tau tapi paling sering kita gampangkan ya? 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada Asma bintu Abi Bakr radhiyallahu anhuma:
 
يَا أَسْمَاءُ، إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا. وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

“ ’Wahai Asma, sesungguhnya wanita jika sudah haid maka tidak boleh tubuhnya dilihat kecuali anggota tubuh ini dan ini’. Kemudian beliau menunjuk wajah dan kedua telapaknya” 

(HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani)


2. Lebar dan tidak Membentuk Lekuk Tubuh



Rasul shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan pada kita untuk memakai pakaian lebar yang tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tercermin dari sabda Beliau:
 
إِنِّي أَخَافُ أَنْ تَصِفَ حَجْمَ عِظَامِهَا
“Sesungguhnya aku takut jika pakaian ini membentuk lekuk tubuhnya” (HR. Ahmad)

3. Tidak Tipis dan Terawang


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
 
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا (أحدهما) نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
 
“Ada 2 golongan dari penduduk api neraka yang aku tidak pernah melihatnya, salah satunya adalah Wanita yang berpakaian akan tetapi telanjang dan berlenggak lenggok. Kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak masuk ke dalam surga dan mereka tidak pula mendapatkan wanginya surga. Padahal wanginya surga sudah tercium dari jarak yang jauh, sekian dan sekian” (HR. Muslim)
Ibnu Abdil Barr berkata menjelaskan makna dari berpakaian akan tetapi telanjang -sebagaimana yang dinukilkan oleh As-Suyuthi rahimahumallah-:
 
اللواتي يلبسن من الثِّيَاب الشَّيْء الْخَفِيف الَّذِي يصف وَلَا يستر فهن كاسيات بِالِاسْمِ عَارِيا فِي الْحَقِيقَة

“Mereka adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menerawang dan tidak menutupi. Maka mereka memang berpakaian namun hakikatnya mereka telanjang” (Tanwir Al-Hawalik 2/216)

Ngeri ya, kalau kita belum punya ilmunya. Bagi para muslimah yang masih sering berpakain ketat, yuk kita perbaiki.  Jika ada saudari kita yang begitu, minimal mari kita doakan agar Allah memberinya petunjuk.


4. Bertabaruj dan Berlebih-Lebihan


Apa sih yang dimaksud dengan berlebih-lebihan ini? 

Rasul menjelaskan dalam sabdanya:
 
ثَلَاثَةٌ لَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ: رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ، وَعَصَى إِمَامَهُ، وَمَاتَ عَاصِيًا، وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ، وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا، قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ بَعْدَهُ، فَلَا تَسْأَلْ عَنْهُمْ

“Ada 3 golongan yang tidak perlu engkau tanya (karena mereka adalah golongan yang binasa): Seseorang yang berpisah dari jama’ah dan membangkang kepada pemimpinnya dan dia wafat dalam keadaan membangkang, dan seorang budak wanita dan lelaki yang meninggalkan tuannya, dan seorang wanita yang sedang ditinggal oleh suaminya yang mana sang suami telah mencukupi kebutuhan dunianya, namun dia berbuat tabarruj setelah itu. Maka jangan tidak perlu engkau tanya tentang mereka” (HR. Ahmad)

Jadi kita harus sebisa mungkin menghindari tabarruj ini. Tabarruj adalah berhias dengan berlebih-lebihan sehingga lelaki yang bukan mahram tertarik melihatnya. Misalnya menggunakan make-up yang sangat mencolok, ditambah lagi bulu mata palsu, wah.. na'udzbubilla, Rasul telah memberi ancaman yang keras soal ini.

Tabarruj ini juga bisa berarti menggunakan warna yang sangat mencolok sehingga mengundang banyak perhatian.

Wahai muslimah, para kita tunaikan kewajiban menutup aurat ini dengan sempurna. Jika masih belum mampu, berdoalah kepada Allah agar Dia memberi kita petunjuk. Jangan malah mencari-cari pembenaran ya, karena itulah yang nanti akan menjauhkan kita dari kasih sayang Allah.


Sumber dalil dan referensi:

http://www.alamiry.net/2016/03/kriteria-hijab-muslimah-yang-syari.html#



Share:

4 comments:

  1. Wah masya Allah setuju sekali kak.. ^^
    Suka blognya, cantiiik..
    Salam kenal kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mbak.. blog mbak cuma keren2 isinya.. aku suka.. hehe.. senang bisa kenal Mbak 😊

      Delete
  2. Mbak, kalo punggung tangan itu aurat nggak?

    Ada yg beda pedapat tentang ini. Makanya aku kadang pake handshock finger, kadang juga nggak. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalo itu saya ndak berani jawab.. soalnya bukan kapasitas saya.. hehe.. silahkan di tanyakan ke Ustadz.. afwan njih..

      Delete