Tetap Bahagia Meski di Rumah (Spesial buat Para Istri yang Mengabdi di dalam Rumah)

credit: andaluciaabrar.wordpress.com

Keindahan dan keseruan moment Ramadhan dan lebaran sudah berakhir. Gundah gulana memikirkan aktivitas rumah yang membosankan. Pagi hari melakukan semua pekerjaan rumah, mulai nyapu, ngepel, nyuci baju, de el el, hingga suami pulang ke rumah. Begitu saja tiap harinya.

Memirkan rutinitas yang membosankan itu terkadang bikin ngeri sendiri. Ah, rasanya pengen bisa keluar rumah, bekerja, terus bisa punya uang sendiri, beli ini itu tanpa perlu izin suami.

Belum lagi melihat sosmed suami yang bikin ngiri. Foto ceria dengan teman-teman lelaki dan perempuannya. Makan-makan bareng. 

Duh, jadi membayangkan masa sebelum nikah. Rasanya pengen kuliah lagi, kumpul-kumpul sama temen-temen lagi. Menikmati hari yang berwarna. 

Andaikan boleh berkata andaikan, andaikan aku tidak kesepian seperti ini.


DI RUMAH TAK BISA BAHAGIA?

Bekerja di luar rumah bukanlah sebuah solusi (credit: satumedia.co)


Bunda sholihah pernahkan terlintas pikiran diatas? Apa iya sih, hari-hari di luar rumah menyenangkan? sementara kehidupan ibu rumah tangga serasa menyesakkan?

Sejenak, coba kita renungkan ayat ini.

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
(QS. Al-Ahzab: 33)

Ayat ini memang ditujukan bagi istri-istri Nabi. Namun istri Nabi adalah teladan utama kita para muslimah, maka patutlah kita belajar dari mereka. 

Allah perintahkan mereka untuk tetap tinggal di dalam mereka, Untuk apa? Tentu saja beribadah dan melayani suami dan keluarga. 

Inilah indahnya Islam, sebaik-baik tempat bagi wanita adalah rumah. Jika kita masih menganggap aktivitas rumah menyenangkan, mari mendengar salah satu pengakuan wanita karir dengan gaji tetap sebagai PNS. Tiap pagi buta ia harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah sebelum berangkat kerja. Seusai pulang kerja, hanya tinggal lelah yang tersisa. Aktivitas dengan suami dan anak-anak dilakukan di sisa-sisa tenaga. Suatu kali ia berkata,

"Enak ya, kamu (perempuan yang bekerja di rumah) mendapat nafkah tiap bulan dari suami."

Ya, kata orang Jawa, urip iku mung sawang sinawang. Nyatanya kita yang seharian di rumah masih iri pada mereka yang sebenarnya harus keluar rumah dengan terpaksa.

Membuat Agenda Menyenangkan di Rumah


Segala lelah dan kebosanan bermula dari tidak adanya aktifitas yang bermanfaat. Kata Ibnul Qayyim Al-Jauzi seorang akan disibukkan dengan perkara buruk jika tidak melakukan hal-hal baik.

Galau, bosan, sumpek, merasa lelah, semuanya menghantui ibu-ibu rumah tangga yang tidak bisa memanfaatkan waktu di rumah dengan baik. 

Berikut tips jadwal harian yang bisa membuat bunda happy di rumah. 





 



Pagi Hari


Sebelum beraktivitas dengan hobi kita, pastikan pekerjaan rumah telah selesai. Cuci pakaian, bersih-bersih rumah dan mencuci piring. Semua akan lebih ringan jika dikerjakan di pagi hari. Karena waktu inilah energi kita masih 100% dan suasana mood masih bagus-bagusnya, hehe.

Waktu Dhuha


Mari melalui hari dengan gembira! Ingat bekerja diluar rumah bukan satu-satunya cara untuk jadi ibu bahagia. Ya, ada seribu aktivitas yang bisa dicari to live our wonderful life. Misalnya dengan membuka online shop, blogging, gardening, mencoba berbagai menu baru, hingga baca buku baru tiap harinya.

Menata rumah bak arsitek juga bisa jadi pekerjaan menyenangkan

Siang Hari


Jangan sampai habiskan waktu luang kita dengan nonton sinetron  (apapun bentuknya, entah drakor atau serial india), atau juga jangan sampai stalking sosmed terlalu lama. Lebih baik qailullah atau tidur sejenak di siang hari untuk merefresh pikiran.

Sore Hari


Kebanyakan wanita itu gampang sekali bosan. Sore hari ini biasanya anggota keluarga sudah berkumpul kembali, jadi maksimalkan waktu ini untuk bercengkrama dengan anggota keluarga. Menanyakan bagaimana hari anak-anak dan suami kita di luar sana adalah hal yang menyenangkan.

Before Bedtime


Bunda paling seneng kan kalo dipahami, dimengerti, dan dipenuhi semua kebutuhannya (baca: keinganan), hehe. Yaiyalah, namun sayangnya tidak selalu suami mengerti apa keluhan kita, jadi gunakan waktu before bedtime dengan sebaik-baiknya. Luangkan waktu sejenak untuk talking heart by heart dengan pasangan kita. Sambil memuhasabah kesalahan apa yang harus ditobati dan karya apa yang sudah kita buat hari ini untuk diistiqomahkan.

Kini, seusai Ramadhan, saatnya membuka halaman baru. Menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, di dunia dan di akhirat. Berawal dari kecintaan berada di dalam rumah, menciptakan sebuah rumah beraroma surga. InsyaAllah.

No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi