Mengais Takwa di Akhir Ramadhan

 
Perenungan di sisa kesempatan untuk menjejak Ramadhan




Malam ini masjid terlihat sangat ramai. Jamaah dari berbagai wilayah di Surabaya bergantian datang. Ada yang menggunakan mobil, sepeda motor hingga jalan kaki. Adzan isya baru saja dimulai namun shaf ibu-ibu sudah mulai penuh. Di deretan shof paling akhir terlihat kursi-kursi berjejer, rupanya ibu-ibu lansia yang disediakan tempat disana. Terlalu indah pemandangan ini, seakan-akan kita melihat orang-orang yang kelak bertempat di surga Allah.

Setelah sholat isya telah dilaksanakan, semua jamaah yang hadir mendengarkan ceramah. Tanpa ada satupun yang meluarkan kata-kata. Bahkan beberapa menitikkan air mata. 

Pemandangan syahdu ini belum selesai. Sesorang di speaker mengumumkan bahwa imam sholat tarawih hari ini adalah Syekh Barahmah dari Madinah. Tepat dengan nama masjid yang sangat makmur ini, Masjid Ar-Rahmah Teluk Buli Surabaya.

DI UJUNG RAMADHAN

Masih ada kesempatan sebelum Ramadhan benar-benar pergi


Ramadhan telah menyapa kita dengan nuansa berbeda. Bahkan tak terasa, 10 hari lagi Ramadhan akan pergi meniggalkan kita. Ya, suasana ibadah menjadi lebih syahdu. Siang harinya kita berjuang untuk berpuasa. Melanjutkan hari-hari dengan rakaat-rakaat qiyamu Ramadhan dan memperbanyak bacaan Al-Qur'an.

Untuk apa ini semua? untuk apa orang-orang harus berpayah-payah tidak makan minum? Untuk apa harus bangun malam-malam untuk makan sahur? Untuk apa kita harus mengeluarkan uang untuk zakat? Untuk apa?


Telah berulang kita dengar dalam firmannya,

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

Ternyata ini bukan hal yang sederhana. Allah sedang mempersiapkan kita untuk menjadi hambaNya yang bertakwa. Agar kita menjadi hamba yang tawadhu', bersih hatinya, baik akhlaknya dan menjadi manusia yang mulia.

Jika Ramadhan usai, namun kita masih suka menggibah, masih saja menyakiti hati orang-orang terdekat kita, masih saja malas-malas ketika sholat, maka sudah tentu ada yang salah dengan Ramadhan kita. Ada yang keliru dengan ibadah kita.

Masih ada Kesempatan


Tujuan akhir perjuangan Ramadhan kita adalah agar kita jadi hamba yang bertakwa. Takwalah yang selalu kita pinta saat mengulang deretan doa indah ini,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

(QS. Al-Furqan: Ayat 74)

"Dan apa saja yg dilakukan Nabimu, kerjakanlah. Dan apa yang dilarang, tinggalkanlah." hadits Nabi inilah esensi dari takwa.

Penjabaran lain dari takwa ialah mereka yang takut pada Allah, melakukan apa saja yang dilakukan dan menjauhi segala yang dilarang olehNya. Sudahkah larangannya kita hindari? Berapa banyak maksiat yang sampai hari ini masih kita lakukan? 

Baiklah, Ramadhan ini kita akan berjuang menggiatkan amal sholih. Jika masih ada perbuatan tak berguna, apalagi maksiat, akan kita coba untuk menghindarinya. Ya Rabbi di malam kesepuluh Ramadhan ini, beri kami kekuatan agar lebih giat lagi, merajut ketaatan kepadaMu. 

#RamadhanInspiratif
#challenge
#aksara

No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi