4 Persiapan Pernikahan Bahagia

by - Wednesday, April 05, 2017




Pernikahan bahagia. Dua kata yang diimpikan setiap insan. Pernikahan ini menjadi tumpuan harapan di tengah terpaan badai kehidupan. Ada dia tempat bersandar, menyemai asa hingga di sisa usia.

Sayangnya tak setiap orang berhasil menempuhnya. Buktinya, angka perceraian semakin meningkat. Kehancuran rumah tangga terjadi dimana-mana.

Pernikahan bahagia seakan jadi misteri. Karena banyak orang mencoba merangkainya, tapi nyatanya sebaliknya, pernikahan berujung kelabu.

Ingin belajar Bahasa Inggris? Baca dalam Bahasa Inggris.

 

Persepsi yang Salah


"Orang baik, jodohnya pasti baik. Orang jelek ya dapat yang jelek."

Kita telah mafhum atas perkataan ini, bahkan Al-Qur'an sendiri telah menggarisnya.

Namun, banyak orang salah presepsi. Mereka menunda pernikahan dengan dalih, "Saya masih nakal, kalau menikah sekarang, seperti apa nanti jodohnya.. nikah? Enggak banget deh. Masih mau kenalan dulu (baca: pacaran :P)"

Sebenarnya, ketika mempersiapkan pernikahan, hanya ada satu hal yang perlu kita tanyakan pada diri:

"Bagaimana saya bisa mempersiapkan pernikahan bahagia?"
Islam mengatur betul bagaimana cara menyemai pernikahan bahagia. Bukankah kehidupan rumah tangga Rasul berujung pada kebahagiaan? Bahkan surga telah menjamin para ahlul bait.

Menikah adalah salah satu dari sunnah Nabi yang mulia. Banyak rumah tangga retak karena tidak adanya persiapan yang benar dalam pernikahan.

Pernikahan seakan hanya menjadi ritual wajib dalam hidup, siklus kehidupan. Tak ayal, banyak rumah tangga hanya seumur jagung. Alasannya satu: mereka tak mempersiapkannya dengan baik.

Lalu apa saja persiapan pernikahan bahagia itu?

1. Mengawal dengan Ruhiyah

Kata Ustadz Mohammad Fauzil Adhim yang dikutip oleh Ustadz Salim A. Fillah,

"Jika ada 8 pertemuan kuliah pranikah, hendaknya enam pertemuan membahas tentang: NIAT."

Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niat. Niat karena Allah akan membuahkan banyak kebaikan, misalnya ketentraman jiwa dan kemudahan dalam setiap urusan. Segalanya terasa indah meski badai datang sekalipun.

Lebih dari itu, tiap langkahnya akan jadi amal sholih karena ia meniatkannya karena Allah.

Meniatkan menikah untuk melaksanakan sunnah Nabi akan berbeda dengan niat hanya agar 'tak keduluan orang', atau agar kaya, atau agar tak ada lagi yang bertanya, "kapan nikah?" (Hayo, siapa yang risih karena keseringan ditanya ini? hehe)

Baca juga: "SAAT DITANYA 'KAPAN NYUSUL'?"

Persiapan ruhiyah ini juga meliputi kesiapan untuk menerima segala ketentuanNya. Marriage is enter to the jungle.

Jika hati masih belum siap untuk ikhlas, maka bahtera itu akan oleng dan akhirnya kandas. Misalnya ia ingin tinggal bersama orang tua, sedangkan pasangannya ingin hidup mandiri. Satu ingin bekerja namun pasangan inginkan ia tetap di rumah. Juga sederet permasalahan lain.

Sabar dan syukur kunci untuk menghadapinya.

2. Merajut dengan Ilmu 


Menikah itu soal managemen konflik. Perlu ilmu untuk mengaturnya. Bagaimana berkomunikasi dengan pasangan yang berbeda kepribadian, komunikasi dengan mertua, komunikasi dengan tetangga. Ilmu penataan ekonomi, hingga ilmu saat di ranjang.

Membaca buku-buku pernikahan sangat penting. Agar kita tahu bagaimana gambaran rumah tangga sebenarnya. Jangan sampai kita terlalu banyak terlelap dengan drama korea, dimana seorang yang kaya raya menikah dengan perempuan biasa, lalu mereka bahagia. Tidak, jangan biarkan diri kita lalai dan justru melupakan bagaimana gambaran keluarga Nabi yang elok, karena kisah akhirnya adalah surga.

3. Kecukupan Harta Nan Berkah


"Nikah itu butuh modal! Emang mau dikasi makan cinta?!"

Pernyataan ini ada benar dan salahnya juga. Karena dengan dalih ini, banyak orang menunda pernikahan dan justru melakukan kemaksiatan.  Dalam Al-Qur'an, Allah telah menjamin, bahwa dengan pernikahan, justru Dia akan bukakan pintu-pintu rezeki.

Namun sunnatullah tetap berlaku. Menikah membutuhkan biaya yang tidak besar. Teruntuk mahar untuk orang terkasih, menjamu tamu yang datang, dan segala kebutuhan lainnya.

Teruntuk para ikhwan, sudah seberapa mandirikah Anda?

4. Persiapan Menuju Peraduan





Apa tanda seorang dikatakan siap menikah? Hadits berikut menjawab pertanyaan ini.

"Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian telah ba'ah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, & juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yg belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya. [HR. Bukhari No.4678].

Hanya ada satu tanda. Bukan ia sudah memiliki mobil, rumah, sudah berhaji, bukan. Namun berdasar sabda Rasul, ia telah ba'ah. Para ulama menyepakati satu hal, arti ba'ah adalah kemampuan biologis untuk berijma'. Biasanya para lelaki telah lebih siap dari perempuan. Sehingga baik lelaki dan perempuan, perlu belajar tentang satu hal ini.

Baca juga "Agar Honeymoon Berbuah Berkah"

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim)

Tulak rusuk patah berarti perceraian. Sebelum hal yang mengerikan ini terjadi baiknya kita kembali pada Islam. Bagaimana islam mengatur pernikahan yang bahagia. Bagi yang telah menikah, baiknya pula kita berhenti sejenak. Barangkali sudah ada niat yang mengandung noda. Barangkali lamanya usia pernikahan justru menjauhkan kita dari kenikmatan bermunajat dan memohon pertolonganNya. Semoga Allah karuniakan kita rumah tangga bahagia, yakni sakinah mawadan warahmah.

Tulisan ini sebagai pengingat untuk penulis. Semoga ada manfaat.

You May Also Like

10 komentar

  1. Mbak Nabila rumahnya baru ya? Berasa beda hawanya masuk di sini, setelah sekian lama. ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak 😊 Alhamdulillah dapat hidayah dari tulisan-tulisan Mbak Nurin untuk nulis lagi.. kata-kata dari tulisan Mbak yang paling ngena itu.. "sedih? Galau? Nulis aja.." gitulah kira-kira hehehee

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Lengkap sekali sharenya mbak. Thank you :)

    www.ernykurnia.com

    ReplyDelete
  4. My pleasure Mbak 😊 Sama-sama.. semoga bermanfaat..

    ReplyDelete
  5. Semogaa segera dipertemukan dengan jodoh terbaik mbak ya, sembari terus memperbaiki diri :D Aamiin, saya sukaa banget sama blognya mbak, simple dan elegan banget. hehehe

    ReplyDelete