Menjadi Keluarga Allah di Dunia





Saya melihat anak-anak yang masih belia melantunkan bacaan Qur'an dengan indah, dan cadel khas anak-anak. Bukan membaca, melainkan menghafalnya, surat yang dibacapun rupanya belum saya hafal. Hafalan Qur'an mereka jauh dari saya.

Ah, betapa indahnya memiliki anak-anak penghafal Al-Qur'an, pikir saya. Mereka bisa memberikan jubah kemuliaan untuk kedua orang tuanya. Mengangkat derajat kedudukan orang tuanya dihadapan Allah Azza wa Jalla. Mereka inilah keluarga Allah di dunia.

Ingin belajar Bahasa Inggris? Baca dalam Bahasa Inggris.


Ya, Allah memiliki keluarga di dunia. Mungkin hal ini adalah sesuatu yang baru bagi kita. Begitu juga dengan saya. Namun Rasulullah telah mensabdakan tentang hal ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad,


“Sesungguhnya Allah ta’ala memiliki keluarga dari golongan manusia (di muka bumi)...”

Sungguh bahagia sekali jika kita bisa menjadi bagian dari keluarga Allah di dunia ini. Tapi siapakah mereka? Saat kita bertanya-tanya, dulu para sahabat saat mendengar hadits ini pun juga bertanya-tanya.

“Siapakah keluarga Allah itu, wahai Rasulullah?” tanya salah satu sahabat.

Rasul menjawab,


“ Ahlul Qur’an adalah kelarga Allah dan mereka adalah hamba pilihan-Nya”

Sungguh menakjubkan, mereka dipilih Allah menjadi keluarga-Nya di dunia ini. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah. Mereka memiliki derajat yang tinggi dibandingkan yang lain. Siapakah kiranya yang tidak ingin menjadi bagian daripadanya? Tentu kita semua berharap dipilih menjadi keluarga Allah.

Mereka adalah ahlul Qur’an, keluarga yang senantiasa membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.



Generasi Qur’ani

Generasi Qur'ani adalah mereka yang menjadikan Al-Qur'an satu-satunya the way of life.

 

Kita harus berusaha agar lahir dari rumah kita generasi-generasi Qur’ani.  Berusaha menjadikan anak-anak kita generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup. Akhlaknya adalah Al-Qur’an, tercermin dalam perilaku sehari-hari.


“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS 17: 9)

Saat seorang anak kecil mampu mengahafalkan Al-Qur’an, kita lihat di TV misal, terbersit rasa kagum pada diri kita. Tentu kita membayangkan anak kita bisa seperti mereka. Ternyata mereka yang terpilih ini memiliki semangat yang didapat dari orang tua mereka. Semuanya berawal dari kita, para orang tua.

Generasi Qur’ani ini lahir dari proses pendidikan yang kita berikan sebagai orang tua. Mulai memilihkan sekolah atau diniah yang menanamkan Al-Qur’an, hingga memberikan teladan untuk senantiasa membaca dan mendatangi majelis-majelis tadabbur Qur’an.

Tugas kita di zaman ini memang lebih berat. Di tengah carut marut kehidupan dunia, kita harus menanamkan kecintaan Al-Qur’an pada keluarga kita. Jika bukan itu yang kita lakukan, tak akan ada lagi kesempatan kita untuk menjadi bagian dari keluarga Allah di dunia ini. Wa’allahu a’lam.

2 comments:

  1. Subhanallah, terima kasih sharingnya mbak nabil. . Semoga bisa menjadi bagian keluarga Allah. . Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Lucky.. Amiin Ya Rabb.. saling mendoakan ya :)

      Delete

Adbox

@nabila_haqi