Agar Honeymoon Berbuah Berkah


Honeymoon adalah salah satu kegiatan menyenangkan bagi pasangan suami istri. Banyak hal memang yang bisa kita isi dalam pernikahan dan salah satunya adalah tadabur alam. Tadabur alam adalah sebuah bentuk kesyukuran kita agar senantiasa bertasbih untuk memuji kebesaran Allah.


Banyak diantara kita yang mengatakan bahwa tiap orang harus piknik, piknik, dan piknik, biar tak jenuh pada kehidupan yang fana ini. Memang benar, tapi tak ada salahnya kita belajar agar honeymoon tak sekedar senang-senang semata. Agar waktu yang kita luangkan, tenaga yang kita habiskan, hingga uang yang kita kuras, hehe, berbuah pahala. Berikut beberapa list yang harus kita centang sebelum memulai sebelum perjalanan.

1.       Ridho Allah jadi Tujuan

Perjalanan kita akan menuai banyak hikmah dan berkah jika segalanya bernilai ibadah. Karena kita adalah seorang hamba, maka kewajiban kita sesungguhnya hanya satu, yakni ibadah. Bumi manapun yang kita pijak, maka tujuannya adalah untuk ibadah. Tidak semua jalan-jalan itu hanya berbuah kesia-siaan, tidak semua.

2.       Benar Tujuannya

Sebaik-baik tujuan perjalanan adalah dengan menuntut ilmu. Dulu saya sangat berobsesi untuk menjelajah berbagai tempat di seluruh dunia. Kini setelah belajar, ternyata para ulama hanya melakukan perjalanan jauh untuk tujuan silaturahim atau menuntut ilmu. Tidak ada bersenang-senang dalam kamus mereka, karena kebahagiaan hanya bonus saja.

3.       Bukan Tempat Maksiat

Pastikan bukan tempat maksiat atau bahkan tempat kesyirikan. Sebagai seorang muslim, baiknya kita tidak mendatangi tempat-tempat rawan seperti Bali, Thailand, Amerika, dll. Jika tujuannya berdakwah, Masya Allah.. keren sekali. Tapi jika untuk sekedar honeymoon, maka sebaiknya hindari.

4.       Tidak Meninggalkan Ibadah Wajib

Allah dan RasulNya telah mudahkan kita untuk berislam. Untuk ibadah wajib yang harus kita perhatikan adalah sholat. Ada hadiah berupa jama’ dan qashar untuk para safar. Bahkan beberapa ulama menganjurkan melakukan ini daripada sholat seperti biasa, meski mampu. Wa’allahu a’lam.

5.       Datang dan Pergi dengan Kebaikan

Seorang muslim hanya datang dengan kebaikan dan meninggalkan yang baik-baik saja. Pastikan semua amanah di kampung halaman terselesaikan. Misal ada anak atau orang tua yang kita tanggung nafkahnya, maka pastikan kita telah meninggalkan harta yang cukup untuk mereka. Menitipkan rumah atau berwasiat pada yang ditinggalkan juga sangat dianjurkan. Adab-adab muslim harus selalu kita jaga saar safar atau perjalanan. Jangan sampai meninggalkan sampah atau hal-hal yang merugikan lain.

Perjalanan akan mengajarkan kita banyak hal, termasuk tentang keikhlasan dan pengorbanan. Emosi ikut terlibat, jiwa akan teraduk-aduk. Segala kemungkinan bisa terjadi kapan saja dan sebaik-baik orang adalah yang menyiapkan bekal. Sedangkan bekal terbaik adalah berupa amal sholih. Happy honeymoon full barakah!


No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi