Give Me Prize, Honey... 

Betapa senangnya, untuk pertama kalinya, suaminya mengucapkan kata 'hadiah'. Dia begitu gembira, akhirnya... suamiku memberikan hadiah, pikirnya. Tapi semua ternyata berbeda, saat tahu hadiah itu bukan miliknya, melainkan untuk saudara sang suami. 
***
Tepat saat usianya genap 20, barengan pula dengan hari raya iedul adha. Dia menunggu-nunggu sang suami berikan 'sesuatu' di hari lahirnya. Seperti yang dilakukan beberapa orang sebelum ia menikah dulu. Namun ternyata sang suami hanya berucap, "Oh ya, ini hari lahirmu ya..." sambil tersenyum sederhana. Kalaupun jika bukan karena istrinya meminta hadiah berupa doa, tentu ia biarkan saja hari itu lalu. 

Hadiah, entah mengapa kata itu teringang-ngiang seharian -semoga esok tidak-. Kucoba hilangkan rasa itu. Rasa yang mungkin juga dialami oleh banyak istri. Then, how to deal with that?

How? Hopefully, I can answer soon..



No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi