Fix Whats Already Wrong

"Fix whats already wrong" -K. H. Ahmad Dahlan

Kalimat ini begitu menyentak saat tahun akan berganti sebentar lagi. Tahun ini menyisakan banyak harapan yang belum tuntas. Nama yang masih tersisa adalah.. "Sekolah Pelangi". Diantara banyak program pengabdian untuk masyarakat, nama ini serasa melekat. Sekolah Pelangi tempatku kembali mengulurkan tangan untuk 'kampung' kupang krajanku. Banyak hal yang seharusnya bisa lebih dilukiskan. Namun segala kesalahan telah tertoreh, salah satunya adalah hilangnya secercah semangat untuk menghidupkan Sekolah Pelangi ini. Benar-benar hilang. Segala yang salah harusnya tidak dianggap salah selamanya. Masih ada waktu untuk menyalakan kembali cahaya.

Hadir di tengah-tengah lingkungan gelap bukanlah suatu pilihan. Daerah kupang krajan adalah daerah terdampak lokalisasi. Nama dolly memang sudah tidak lagi ada, sudah terkubur setelah Bu Risma menutup lokakisasi ini. Namun, hadir disini harusnya bisa mewarnai dan menyebarkan lampu-lampu harapan. Mewarnai berarti sengaja menyiapkan diri untuk memulai kebaikan-kebaikan. 

Sayangnya 'orang-orang pilihan' yang didatangkan hanya singgah sebentar kemudian hilang entah kemana. Orang-orang yang mau menghidupkan kebaikan ini jarang sekali. Apalagi di tengah carut marut kota yang menyedot banyak energi. Meski ada ustadz-ustadzah yang dengan semangat menyala memberikan kebaikan, namun pada akhirnya tidak ada dukungan membuat harapan itu lepas satu persatu.

Memperbaiki memang lebih berat daripada mencegah. Memperbaiki udara yang kini telah keruh memang lebih susah dari menciptakan angin segar. Tapi kini kutipan dari Kyai Dahlan Iskan, seorang yang mengembalikan kepercayaan dunia tentang ini, mesti dibuktikan. Kita, termasuk aku sendiripun harus segera membenahi yang salah. Kembali mengobarkan semangat adalah cara terbaik untuk memperbaiki segalanya.



Share:

No comments:

Post a Comment