Ranah Dakwah tak Selalu Indah


Gemintang Pertama

Ahad pertama. Dimulai dari lembaga dakwah di sekolah kami yang berlatarkan non islam atau sekolah negeri. Lembaga ini biasa disebut sebagai SKI (Sie Kerohanain Islam), yah meskipun kata guru pembina organisasi ini, SKI di sekolah kami menyebutkan bahwa SKI ini tidak diakui sebagai ekstrakulikuler di sekolah, melainkan hanya sebatas organisasi islam sekolah, tidak lebih dan kurang, Wallohua’lam.  
Seperti sebuah dinamika yang wajar dalam sekolah, organisasi ini dilanda oleh banyak permasalahan, hingga lebih banyak memilih vakum dan tidak menindaklanjuti program kerja yang dibuat. Di organisasi ini kami memang bukan orang yang memiliki jabatan tinggi atau orang yang disegani hingga seluruh tindakan dan perkataan begitu di jalankan. 
Sebagai seorang koordinator pada divisi BTAQ (Baca Tulis Al-Qur’an) yang mana membawahi kegiatan BTAQ dan Bahasa Arab, saya hanya bisa memantau kondisi organisasi dari ucapan teman-teman atau grup SKI pada Facebook, karena memang BTAQ terpaksa divakumkan karena sang pembina memang telah kehilangan semangat dikarenakan tidak ada minat sedikitpun dari anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an (Jangan menyerah Pak... Allah bersama orang-orang yang sabar).
Klimaks terjadi saat terdapat wacana penghapusan anggota yang tidak aktif. Wa’allahua’lam, saya tidak tahu menahu dengan maksud dan tujuan kebijakan tersebut, namun dengan beberapa alasan yang waktu itu disampaikan dengan iringan debat pada wall waktu itu yang berhasil membuat udara Surabaya yang panas menjadi semakin panas dan membakar ukhuwah islam.. Satu kesimpulan yang kami dapatkan sendiri ialah, “Dalam berdakwah harus aktif.” I think that’s very true! Hingga saya memutar otak  untuk ikut dalam dakwah sekolah ini, secara nyata!
BTAQ membawahi Bahasa Arab dan sejak sebulan yang lalu guru pembina kami telah mengusahakan pertemuan Bahasa Arab itu bersama seorang alumni sebagai pengajarnya. Namun waktu terus berjalan seolah diputar semakin cepat, entah mengapa hampir empat Jum’at yang terhitung menurut kami sendiri, tidak ada lagi pertemuan Bahasa Arab.
Malam turun saat wacana penghapusan anggota di facebook itu datang. Sungguh kesedihan tak dapat terbendung di hati. Jika  semua mengharapkan dakwah yang aktif itu maka saya memutar otak berusaha mengembelikan Bahasa Arab secara konsisten. Hari berlalu begitu cepat, saat sekolah mengadakan peringatan kartian, yah meskipun sudah sangat terlambat. “Meskipun ada kartini-kartinian, setidaknya Bahasa Arab harus diadakan.” Begitu setidaknya pemikiran kami. Namun siang tadi turun begitu melelahkan membuat anak-anak lebih memilih pulang (Duh benar kata Pak Syaiful... because nowadays, it’s too difficult to share knowledges)
Setidaknya kami telah berusaha berdakwah secara nyata.
Nah... saatnya kita singkap gemintang pertama. Ini tentang berdakwah. Dan apa yang dimaksudkan islam tentang dakwah.
1...2...3.....
Dakwah~  Belajar lewat Mbak wikipedia yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadist,
Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan Ilmu Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah.
Ilmu Dakwah
Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut "Da'i" sedangkan yang menjadi obyek dakwah disebut "Mad'u". Setiap Muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam adalah "Da'i".
Tujuan utama dakwah
Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah kaisar Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran) dan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).
Fiqhud-dakwah
Ilmu yang memahami aspek hukum dan tatacara yang berkaitan dengan dakwah, sehingga para muballigh bukan saja paham tentang kebenaran Islam akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan Risalah al Islamiyah.
Dakwah Fardiah
Dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah terjadi tanpa persiapan yang matang dan tersusun secara tertib. Termasuk kategori dakwah seperti ini adalah menasihati teman sekerja, teguran, anjuran memberi contoh. Termasuk dalam hal ini pada saat mengunjungi orang sakit, pada waktu ada acara tahniah (ucapan selamat), dan pada waktu upacara kelahiran (tasmiyah).
Dakwah Ammah
Dakwah Ammah merupakan jenis dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Media yang dipakai biasanya berbentuk khotbah (pidato).
Dakwah Ammah ini kalau ditinjau dari segi subyeknya, ada yang dilakukan oleh perorangan dan ada yang dilakukan oleh organisasi tertentu yang berkecimpung dalam soal-soal dakwah.
Dakwah bil-Lisan
Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila: disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.
Dakwah bil-Haal
Dakwah bil al-Hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah.
Pada saat pertama kali Rasulullah Saw tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan Dakwah bil-Haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.
Dakwah bit-Tadwin
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada".
Dakwah bil Hikmah
Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.
Dalam kitab al-Hikmah fi al dakwah Ilallah ta'ala oleh Said bin Ali bin wahif al-Qathani diuraikan lebih jelas tentang pengertian al-Hikmah, antara lain:
Menurut bahasa:
  • adil, ilmu, sabar, kenabian, Al-Qur'an dan Injil
  • memperbaiki (membuat manjadi lebih baik atau pas) dan terhindar dari kerusakan
  • ungkapan untuk mengetahui sesuatu yang utama dengan ilmu yang utama
  • obyek kebenaran(al-haq) yang didapat melalui ilmu dan akal
  • pengetahuan atau ma'rifat.
Menurut istilah Syar'i:
  • valid dalam perkataan dan perbuatan, mengetahui yang benar dan mengamalkannya, wara' dalam Dinullah, meletakkan sesuatu pada tempatnya dan menjawab dengan tegas dan tepat.

Subhanalloh... Dakwah ternyata teramat luas jika dibanding dengan apa yang kita ketahui.. Mulailah dari diri kami berbenah dan mencoba dakwah dengan berbagai cara, seperti yang diajarkan Rasululloh dalam lika-liku dakwahnya hingga membuat dunia bergetar karena pengaruh umat islam. Semoga dapat kita singkap bintang gemintang lain yang Allah akan hidupkan jika kita mau belajar,
Terakhir adalah sebuah nasihat dari seorang guru kami,
Banyak cara buat dakwah,,,
tidak perlu kan menyempitkan hanya pada satu tempat saja...
            Rasulullah pernah berusaha membuka dakwah di Mekkah, di Thaif, di Madinah, lalu melakukan ekspansi dakwah...
tetep semangat, tidak pernah menyerah....

Nb: kita tidak selalu bersama dengan orang yang kita cintai, tapi kita harus memastikan untuk mencintai orang-orang yang bersama kita...”

Hikmah ini terus berhambur. Jadi biarlah dakwah tetap berlanjut meski nanti harus merubah ranah dakwah. Aku berharap kejadian Bahasa Arab yang ditunda-tunda ini adalah yang terakhir, atau tidak sama sekali. Keep always spirit just for Allah!

No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi