???Inikah Dunia Wahai Kawan???

Namaku Islami Bela. Ya, semua tahu itu. Dalam ilusi, aku hanya mimpi, dalam senda gurau, tipu daya belaka. Karena dunia hanya tipu daya. Sebagai orang islam, kita harus bisa mempertanggung jawabkannya. Bukan hanya untuk penghias KTP, begitu kita tahu.
Semua hanya sementara
Tentu semua tahu
Tapi dunia dan tipu dayanya akan terus mengejar
Kita tertawa...terbahak-bahak
"Hahaha...Kita berhasil..Inilah perjuangan kita. Wah tak sia-sia aku begini, begitu...bla-bla-bla.."
Memang, tak boleh siapapun kita panggil di si bodoh, walau sebodoh apapun dia. "Karena hidup akan mengajarinya.."Begitu kami membaca buku milik sang pejuang.

Aku pernah berfikir, buat apa semua ini dihadapkanNya? Ternyata jawabannya tak lain adalah "IBADAH".
Baru saja aku dihadapkan, pada komputer,  yang melahap seluruh jagad raya. Hingga adikku bilang,
"Sampai kapan tuh...?"
Facebook, Twitter, Google, Blogger, dan website-website lainnya. Ini yang dilakukan teman-teman hebatku. Mereka bilang "...surfing..browsing.."

Aku termenung hanyut dalam penghayatan ini. Semua kecanggihan, kehebatan, dan keluarbiasaan tekhnologi manusia. Tapi ternyata, kita tak pernak berfikir, siapa yang memberi akal fikiran itu? Hingga zaman berkembang pesat. Hingga semua jadi lebih mudah, mudah, dan mudah. Simple memang.
"Inilah yang namanya globalisasi, semua mudah, untuk apa dipersulit?" Kata mereka yang mengaku andil dalam pembuatan hebat itu.
Hanya dengan satu monitor, keyboard, mouse. Cukup untuk menjelajah dunia. Tak perlu lagi ada unta, bekal minum, senjata. Tak ada. Dengan biaya mungkin tak lebih jika sesorang mendapat gaji selama 2 bulan (tingkat menengah). Semua cukup satu, klik!

Akhirnya, kita harus kembali ke Islam, Qur'an, ajaran ketauhidan. "Sami'na wa atho'na."
"kami mendengar dan kami taat"

Allah SWT peringatkan kita, ...dunia hanya tipu daya.... Di surat mana? tahu tak..? Ayo...ngaji lagi, buka Qur'an lagi. Tak mengapa jika kita harus seperti anak-anak kecil lagi yang setiap hari datang ke surau (masjid), bersama-sama baca Qur'an.

Kita kehilangan itu. Kita anggap dunia kita telah ideal. Kita menganggap ini cukup untuk menuai kesuksesan. Padahal...Tidak kawan! Dunia ini hanya jembatan...dia memang terkesan panjang, meski sebenarnya pendek, bahkan pendek sekali. Dia siap menjatuhkan siapa saja ke jurang untuk siapa-siapa yang merasa hebat, hingga lonjak-lonjak tidak karuan. 

Kita perlu berjuang untuk melewatinya. Akan ada rintangan, hambatan, ujian, dan segala macam yang akan menghalau dan menjatuhkan kita. Kita mesti bersiap.

"O..Ya Allah...Let me go a straight"

Tapi dia juga siap mengantarkan kita untuk menuai kenikmatan TuhanNya. Kenikmatan hakiki. SURGA. Ia tak ada bandingannya. Nothing!
Orang barat bilang,
"it's mean straight path...going straight"
Ternyata aku, kamu, kalian, dan semau...teman-teman...harus selalu berdoa,
"Ihdinas shirathol mustaqim..."
Dengan tangisan, dengan tunduk malu pada Allah, akan semua kehinaan kita. Akan semua dosa-dosa yang kita sering tak sadar, yang mungkin, itu hanya langkah syeitan. Ya Rabbi...kami bukanlah siapa-siapa hanya mahkluk yang hina. Diciptakan dari setetes mani. Tapi ternyata kami lupa Ya Allah..

Ramadhan...Sebentar lagi menyongsong, mendekati kita, ia tawarkan kita apa yang kita mau, rahmat, kasih sayangNya, CintaNya, serta ampunanNya. Mari...Bersama kita sambut Ramadhan dengan jiwa dan niat kita menjejak dunia untuk Allah semata.
"Sungguh. Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka kan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakan tentang hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keteramgan) itu? Bukankah Allah hakim yang paling adil?" QS.At-Tin(95) : 4-8



1 comment:

Adbox

@nabila_haqi