Mengenang Kenangan Bertabur Hikmak

Sekelumit tulisan ini hanyalah sebuah curahat hati seorang perempuan yang berusaha hadir menghidupkan suasana pondok ramadhan di sebuah sekolah di pinggir kota Surabaya, atau lebih pantas disebut pondok amatir. Intip kegiatan dan suasana di pondok selama 6 hari ini yang dia rasakan...
1.Jum'at, 27 Agustus 2010
"Hari ini adalah hari pertama saya menjadi panitia pondok ramadhan di sekolah. Saya mendapat kebagian tugas menjadi koordinator kelas X, saya bertugas menjaga absen, mencari guru bila tidak hadir, bahkan ikut membantu persiapan lomba yang dilaksanakan pada hari terakhir. Yakni 3 hari untuk laki-laki dan tiga hari untuk perempuan. Kegiatan ini membuat semua panitia sibuk dari pagi hingga siang. Tapi tidak untuk hari pertama ini, semua teman-teman panitia perempuan magabut alias nganggur! Tapi dengan ini saya berhasil selesaikan teks mc dan kultum untuk esok.
hikmah : jangan lewati waktu tanpa berbuat apapun.


2. Senin, 30 Agustus 2010
Hari itu pondok ramadhan diisi dengan materi tentang permasalan remaja. Sungguh anak-anak benar-benar tak mau peduli, ngoceh sana-ngoceh sini. Bahkan saat pembicara bertanya,
"Ada dalam surat apa ayat ini anak-anak?"tanyanya. Masih dalam kebisingan yang luar biasa, berkomentar sana-sini, tiba-tiba ada yang nyeletuk,
"Surat annus!"jawabnya ditengah keramaian. Rasanya tak mampu saya meneruskan kalimat ini.
hikmah : mohon direnungkan sendiri, betapa rusaknya kualitas generasi kita.
Masih dalam masa yang sama, setelah materi usai, disiarkanlah sebuah film berjudul Messanger (utusan), berisi perjuangan Rasul dan para sahabat saat hijrah. Seketika saat saya asyik dengan tulisan saya, tak peduli dengan teman-teman, seorang kakak kelas bertanya nama salah seorang pejuang disana. Dengan asbun aku menjawab "Hubal"! teong!!! Padahal Hubal adalah nama dewa yang disembah-sembah kaum kafir. Nabila payah, tak tahu sirah nabi.
hikmah : Janganlah tak mau peduli, apalagi sejarah orang-orang yang telah berjuang, rela berkorban, bahkan rela dihina dan dicaci untuk menegakkan agama Allah. Justru jadikanlah mereka idolamu, refleksikan keberanian dan semangat mereka dalam hidup.

3.Selasa, 31 Agustus 2010
Meski hari ini adalah hari terakhir pondok ramadhon, suasana siswa-siswa masih tetap dalam keadaan yang sama seperti dua hari berturut-turut. CROWDED. Padahal hari ini pengisi bukan dari sekolah, yakni dari luar sekolah, biasa disebut ESQ. Padahal pula materinya menarik dan sangat berguna untuk kesuksesan masa depan. Sang motivator merasakan kejengkelan karena anak-anak tak mau memperhatikan. Saat itu pula kejengkelan motivator meluap ketika anak-anak di barisan belakang mematikan sound. Jadilah ruangan itu penuh gemaan sang motivator.
"Kamu mau cari gara-gara, kesini, ayo!"Katanya.
hikmah : tak mudah mengajarkan ilmu pada mereka yang belum terciprat cahaya rahmatNya. Hanya dengan kesabaran, kasih sayang, dan keikhlasanlah kita bisa sedikit masuk ke dunia mereka.

4. Rabu, 1 September 2010
Kali ini semua berharap anak-anak lebih terkontrol karena yang nyantri adalah perempuan. Harapan kami pupus saat kami tahu bahwasannya laki dan perempuan SAMA. Bahkan mereka lebih melukai hati panitia daripada anak laki-laki, karena mereka main rasan-rasan dan sindir-sindiran pada panitia yang memarahi mereka. Sungguh hari ini amat melelahkan. Saat itu aku kalut, saat pondok ramadhan usai, saya tak bisa langsung bersantai-santai. Saya mengemban tugas yang lebih melelahkan. Menjadi MC di acara SERTIJAB KANZA sore harinya. Saya takut tak bisa maksimal dalam penampilan nanti, karena memang lelah. Apalagi saat latihan keluarga berpendapat saya masih kaku dalam membawakan acara. Ditengah kegalauan, saya memilih menunggu di masjid, padahal seharusnya aku harus membantu teman-teman menyiapkan tempat acara. Saya ambil air wudhu dan sholat dua rakaat. Kemudian menyerahkan segala urusan pada Allah. Setelah itu membaca Al-Qur'an dan berdiskusi kecil dengan teman-teman membahas Al-Qur'an. Sungguh menyenangkan, apalagi dalam diskusi itu ada kakak kelas yang menguasai ilmu Al-Qu'an. Tercipratlah sedikit ilmu dan semangatnya pada diri saya.
Subhanallah...Seketika itu beban yang ada di pikiran tiba-tiba hilang. Dan saya berhasil membawakan sebagai MC dengan lancar! Alhamdulillah teman-teman puas dengan hasil kerja saya.
hikmah : Sebesar apapun beban yang ada dalam diri, serahkan semua pada Sang Maha.  Maka Dia akan memudahkan segala urusanmu. Allohuakbar!

5. Kamis, 2 September 2010
Allohuakbar!Allohuakbar!Allahuakbar! Satu target telah tercapai hari ini. Memberikan tausyiyah pada bulan ramadan sebagai salah satu misi dakwahku. Kesempatan ini diberikanNya lewat lomba kultum. I'm very pleased. Meski teman-teman biasanya selalu ramai dan seakan tak mau peduli dengan ilmu agama islam, saya berhasil membuat mereka terbawa dengan tema yang saya sampaikan yakni  'Berislam Secara Keseluruhan'. Hebatnya lagi mereka senang dengan penampilanku. Terbukti saat saya menyampaikan
"Teman-Teman, kita para remaja khususnya perempuan, bagaikan bunga yang memang sedang mekar. Ada yang ingin terpesona...
Semua teman langsung bersorak riang!
Ada yang ingin memetik, tapi ada juga yang ingin merusaknya!..."
Aku bawakan dengan mimik tegang, seketika itu mereka jadi ikut tegang
Makanya islam telah mengatur...saya bukakan surat An-Nur:31
hikmah : Allah itu Maha Memberi. Jangankan memberikan life skill pada hambanya, memberikan kemudahan untuk berjuang dalam dakwah amar ma'ruf nahi munkarpun bisa.
Saudariku, hari itu saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan bersyukur karena :
1. Saya diberikanNya rahmat
2. Saya mempunyai misi yang besar di mata Allah: dakwah
3. Saya diberi kemampuan dalam menjalankan misi-misi.
Tapi, ketika nikmat itu datang, terbesit di hati, aku juga harus siap menerima ujian dari Allah, ada siang mesti ada malam yang harus dilalui, ada terang, pasti ada kegelapan, tapi kegelapan itu pasti kan berakhir digantikan oleh kecerahan hari pagi. Semua  terbukti di hari selanjutnya.

6. Jum'at 3 September 2010
Hari terahir ini adalah sebuah hari yang paling banyak memberikan pelajaran bagi saya. Kala itu lomba akan diadakan. Kemarin telah saya mengajak teman-teman sekelas untuk mengikuti lomba karena memang yang tidak ikut akan terkena denda, bahkan saat menyuruh anak-anak yang tak mau peduli itu, saya harus merelakan untuk tidak ikut TM (Teknikal Meeting). Entah mengapa saat lomba hendak dimulai, tiba-tiba mereka menghilang. Fikiranku kacau balau, bagaimana dengan lomba debat, tartil, dan iqomah? Apakah mereka mau membayar Rp150.000,00? Kalaupun dipaksapun pasti saya yang terkena imbasnya karena saya adalah wakil ketua. Saya keliling sekolah mencari mereka, terpaksa sayapun menyerah! Saya serahkan semua pada Allah. Saya beralih ke ruang debat, ternyata hatiku tambah sakit melihat teman-teman tertawa-tawa memasuki dunia debat, huh pengen...
Kemudian saya ke Musholla, untuk lomba tartil dan iqomah. Aku bergabung dengan teman-teman, aku malah menangis! huuuuuu....
Alhamdulillah ada teman-teman baik yang selalu menghibur saya. Akhirnya saya siap mengikuti lomba-lomba itu semua.
Pertama-tama saya ambil air wudhu, kemudian beriqomah, lancar!
Kemudian, saya ikut bergabung dalam lomba tartil. Tanpa latihan sebelumnya, saya pilih surat Ar-Rahman sebagai obat hati saya. Alhamdulillah juga lancar, meski ada satu makhroj yang salah.
Inilah ujian kecil yang diberikan Allah
Dimana teman-teman satu kelas yang tak mau peduli denganku
Sakit memang...
Juga dimana aku hanya bisa melihat teman-teman
tertawa, hanyut dalam suasana debat
Iri memang...
Hatiku boleh terluka
Tapi cinta Allah masih terlihat jelas
Karena Allah Maha Cinta
Dan Dia mencintaiku
Kecerahan pasti akan datang...

Hikmah tidak berhenti di sini, ternyata sebuah pengumuman menyetakku. Aku tidak masuk final lomba kultum! Tidak masalah memang, tapi tahukah kalian apa hikmahnya?

Saat saya mengalami kegembiraan, entah mengapa saya sangat yakin akan diberikan kesempatan kembali untuk memberikan kultum. Sudah pula kusiapkan materi baru yang sangat menarik dan menggugah untuk ini. Tapi ternyata ketika saya melihat suasana final lomba kultum, yang saya dapati disana adalah tak ada audiensnya! Sungguh tak nyaman bila harus ngomong-ngomong sendiri, siapa yang diceramahin? siapa yang dibuat amar makruf?

Hari itu pula saya dapatkan kebahagiaan.Saat inilah meski hari semakin sore, saya rasa pagi atau hari yamg cerah datang. Yakni bisa berbagi terhadap sesama. Untuk penutupan pondok ramadhan ini sekolah kami mengadakan bakti sosial, dan pembagian takjil kepada orang-orang yang ada di jalan raya depan sekolah. Apalagi saya bisa mengulurkan tangan saya sendiri kepada mereka. Meski banyak yang menolak, banyak juga yang mengatakan "alhamdulillah...terima kasih ya dek.."
Saat itu pula kurasakan kebahagiaan terdalam yang menghapus segala luka dan mewakili rasa bahwa 'DUNIA MEMIHAK PADAKU. ALLAH MENCINTAIKU LEWAT HIKMAH YANG DIBERIKANNYA'
"...Dan Allah telah menurunkan kepadamu kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar."QS. An-Nisa':113


No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi