Rahasia Ayat Pertama


Dari sekian banyak perjuangan kita, dengan segala roda kehidupan kita, bersama kita rehat tuk renungkan sebuah saduran kata dari Ensiklopedi Kemukjizatan Sastra dan Bahasa Al-Qur’an. Mari kita buka bersama hikmah didalamnya…

Marilah kita cermati sebuah surat yang turun di awal perjalanan dakwah, Surat Al-Alaq yang terdiri dari 15 ayat pendek-pendek. Mungkin yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita adalah potongan-potongan ayat tersebut menyerupai kata-kata bersajak yang diucapakan oleh dukun atau sebuah ungkapan bijaksana dari para penyair terkenal di masa tersebut. Akan tetapi, perbedaan mendasar adalah bahwa potongan-potongan kalimat yang terdapat di dalam sajak-sajak biasa tidak teratur dan tidak harmonis, berbeda dengan Al-Qur’an. Apakah Surat Al-Alaq tidak teratur dan tidak harmonis?

Allah SWT berfirman
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.”(QS. Al-Alaq :1)
Itulah permulaan dakwah. Allah memilih kata rabb sebagai sifatNya. Dengan sifat itu penciptaan kehidupan dimulai. Dia memulai penciptaan dengan fase awal yang kecil. Allah SWT berfirman.
“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”(QS.Al-Alaq : 2)
Sebuah perumpamaan kecil lagi hina. Namun, Allah Maha Pencipta dan Maha Mulia. Dia mengangkat (derajat) alaq tersebut menjadi sesosok manusia yang bisa memahami dan belajar. Allah SWT berfirman.
“Bacalah, dan tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya."(QS. Al-Alaq:3-5)
Sungguh, itu adalah sebuah pengertian yang cukup jauh anatara permulaan dan akhir. Sebuah deskripsi yang secara tiba-tiba berganti dari sebuah awalan menjadi akhiran tanpa sebuah proses dan fase. Hal ini terjadi agar perpindahan ini dapat menyentuh emosi manusia dengan kuat, baik di medan dakwah maupun dalam kancah pemikiran. Harapannya agar manusia mengetahui keutamaan dan merasakan perpindahan jauh yang terjadi.
Inilah sebuah awal dakwah sejak saat pertama. Potongan-potongan ayat yang terlihat tidak teratur ternyata saling terkait harmonis jika direnungi lebih dalam. Inilah untaian kata Al-Qur’an dalam surat pertama, yang tampak seperti sajak mantra dukun atau kata mutiara penyair.

Sumber : Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits jilid ke 7

No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi