Puing-Puing Khirbet Yarza

Jauh panggang dari api perdamaian
Dajjal-dajjal terus beringas
Menenteng buldoser-buldoser kebanggaan mereka
Meluluh lantakkan Khirbet Yarza

Tanah ini tinggal puing
Yang hanya menyisakan kesyahduan
Mereka tetap tegak
Menyempurbakan keikhlasan ibadah

Omongan-omongan busuk
Diteriakkan tanpa dibarengi setitik reaksi
Hanya bisa membual
Merajam dengan kalimat kosong

Roda-roda kedengkian menggilas-gilas
Tanpa setetes rasa iba
Mana lagi ada cinta?
Mana lagi yang namanya Hak?

Bumi Allah semakin hancur
Sementara kau hanya bisa mengeluh
Dengan keprihatinan dustamu!

Sudah, hentikan mencari ratu hebat
Ratu hebat itu tak ada!
Karena ratu hebat itulah fatamorgana

Masih sanggupkah kau?
Meneriakkan kebohongan untuk mereka
Yang tengah bersujud
Di tengah kepiluan

Lihat! Lihatlah hati mereka yang teguh
Jangan kau pandang mereka punya pakaian
Hentikan kipas-kipas misimu!

Puing-puing selaksa
Jadi saksi di tanah Khirbet Yarza
Cita dan misimu hanya dusta
Hanya akan menggelitik para dajjal
                                                                                      Surabaya, 27 November 2010

No comments:

Post a Comment

Adbox

@nabila_haqi