Meneriakkan Keikhlasan

Malam ini kami dan para santri At-Taubah berbondong-bondong datang di Musholla terpencil di kota kami. Dengan semangat bak burung terbang, kami langkahkan kaki, dengan niat yang bersih menggemakan takbir.
"ALLOHUAKBAR-ALLOHUAKBAR. LAAILAAHAILLALLOH HUWALLOHUAKBAR. ALLOHUAKBAR WA LILLAAHILHAM."
Seusai sholat Maghrib suasana yang diiringi dzikir sang 'embek' yang menjadi riuh. Angin menerpa...Wush....Anak-anak berebut mic. Kami membentuk lingkaran dengan bacaan yang berputar dan takbir bersama-sama. Sesekali mereka keluar untuk melihat kehadiran sebuah binatang mewah. Ya, seekor sapi yang dinanti-nanti tak kunjung datang. Ada yang berlarian kesana-kemari. Membuat kami lelah mengendalikan mereka. Sungguh menyenangkan...Inilah ungkapan mereka...
Ichi      : "Takut...Kalo tiba-tiba nanti sapinya ocol..."
Resti    : " Seneng...Kambing-kambing pada berkumpul, hehe..."
Molin   : "Aku takut sapi...Kalo kambing gak takut!"
Fia       : "Menantikan kehadiran sapi yang tak kunjung tiba..."
Nia      : "Sedih...Gak bisa lihat penyembelihan soalnya besok sekolah..."
Rani     : "Hore! Sapi dan kambing bisa berkumpul."
Ruli      : "Suka~bisa liat kambing, duka~baunya, fiuh!"
Rista    : "Seneng aja bisa kumpul bareng, takbir bareng-bareng.."
Farhan : "Sapi! hehe.."
Rendy  : "Panas! Habis lari-lari"
Kevin   : (leng geleng-geleng-geleng-geleng-geleng....)
Kaki-kaki kecil menapak kedalam musholla
Canda tawa mengiringi langkah gemulai
Kambing-kambing ikut bertakbir!
Meneriakkan sebuah keikhlasan
Bersama kami...
Share:

No comments:

Post a Comment